<body><center><script language='JavaScript' type='text/javascript' src='http://ads.blogdrive.com/adx.js'></script> <script language='JavaScript' type='text/javascript'> <!-- if (!document.phpAds_used) document.phpAds_used = ','; phpAds_random = new String (Math.random()); phpAds_random = phpAds_random.substring(2,11); document.write ("<" + "script language='JavaScript' type='text/javascript' src='"); document.write ("http://ads.blogdrive.com/adjs.php?n=" + phpAds_random); document.write ("&amp;what=zone:3"); document.write ("&amp;exclude=" + document.phpAds_used); if (document.referrer) document.write ("&amp;referer=" + escape(document.referrer)); document.write ("'><" + "/script>"); //--> </script><noscript><a href='http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a6b05a3e' target='_blank' rel=nofollow><img src='http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:3&amp;n=a6b05a3e' border='0' alt=''></a></noscript></center> sajak







SELAMAT DATANG KE TERATAK SAJAK







|utama| |info| |sajak| |cerpen| |tazkirah|

   

<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Oct 24, 2009
disni lg

 



Ronan Keating | If Tomorrow Never Comes
Read Lyrics - Forward this Song to your Friends

Ingin kubicarakan
tentang bicara semalam
yang kau ungkit-ungkitkan
pada janji dan perasaan
walaupun di taman hati ini
masih berkembang mewangi

Sejak akhir-akhir ini
bicaramu ternyata songsang
meragui perasaan
meragui kesetiaan
dengan seribu alasan

engkau simpanlah
segala syak wasangka
terhadap diriku
dan...
pintaku lagi
hulurkan secebis kedamaian
agar aku tak bisa
menanti dan terus menanti

Dalam perjalanan ini yang masih aku ingati pada warna-warna keindahan pada garis waktu yang entah bila penghujungnya Dalam perjalanan ini yang banyak bersimpang-simpang tapi aku masih mengerti tentang nostalgia semalam sewaktu bersama denganmu yang banyak memberi ilham akan erti kehadiran Dalam perjalanan itu cuma tinggal memori indah bersama kenangan-kenangan manis dan seandainya perjalanan itu sampai di sini aku utuskan sebaris puisi syahdu Ribuan kemaafan aku bermohon tentang bicara semalam yang mungkin menyakitkan di luar kehendakku ... ..dalam perjalanan kita yang tiada titik-titik kepastian semoga... . akan terus memberi sinar untuk secebis kebahagiaan...

alangkah indahnya
suria yang terbenam
memancarkan cahaya
bintang yang sembunyi
datang menerpa
pabila...
kau hulurkan cintamu

terkelu luahan madah
terhenti darah mengalir
terlena seketika
bagai ayunan mimpi lara
pabila ....
kau hulurkan cintamu

terasa diri ..
bagai terbang di angkasa raya
betapa bahagianya
setelah...
kau hulurkan cintamu

Pernahkah kau bayangkan Rangkaian mimpi yang kupahat di temaram langit Adalah wujud rinduku yang luruh dalam hening Dan tenggelam dalam kerik jengkerik di beranda Pernahkah kau bayangkan Disetiap rentang waktu yang riuh dimana kurekat erat binar matamu Selalu kutitipkan harap disana Dalam desau angin dan desir gerimis senja Pernahkah kau bayangkan Pada kelopak mawar disudut taman Dan jernih embun yang menitik diatasnya Kusimpan gigil gairahku yang membara padamu Disetiap tarikan nafas saat kulukis paras purnamamu di kanvas hatiku

Ada rindu yang mendamaikan, Ada rindu yang menyakitkan, Ada rindu yang menyeksa, Ada rindu yang membibitkan rasa, Rasa sayang, rasa kasih, rasa cinta, .......Cinta pada Penciptanya .......Kasih pada yang melahirkannya .......Sayang pada yang dirinduinya Rindu.... Ungkapan yang ada kalanya mengasyikkan, Ada tikanya memedihkan.... ........dan aku...sang perindu...merinduinya... Seumpama pungguk yang merindukan bulan... Bulan yang dikejauhan.... Lalu... Bagaimana harusku luahkan.... Rindu yang terpendam didasar hati... Rindu yang menggetar jiwa... Rindu yang tak terluah dengan kata-kata... Ku terdengar bisikan bayu malam... ....Lihat saja pada alam, Alam mampu meluahkan... Ya...alam..Indah sungguh ciptaan-Mu tuhan.. Di saat itu, Bila rindu menerjah di hati, Ku tenung bintang... Bintang yang menghiasi malam... Meluahkan kerinduan dengan kerlipan... Umpama diriku..merinduimu dikejauhan... Bulan… Terangilah malamnya.. Agar dapat ku tatapi wajahnya… Laut.... Sampaikan bisikan ku pada ombak... Agar membawa bersama pesanan rinduku... Unggas... Nyanyikanlah lagu rindu ku... Agar dirinya tidak kesunyian... Mentari... Sinarilah harinya.. Agar terukir senyuman dibibirnya... Buat yang dirindui… Hiasilah dirimu dengan rimba kebahagiaanan… Rimba yang akan ditemani bulan tatkala malam, Dihiburkan sang unggas tika kesunyian… Disinari mentari dikala dirimu kegelapan… Agar tiada lagi titis kesedihan yang menghujanimu… dan aku.. hanyalah sang perindumu... berarak bersama awan... memerhatikanmu dari kejauhan... bersama RINDU yang terpahat dihati...

Pada Saatnya,
Ketika musim berganti
Dan gugusan mendung yang ranum
Menitikkan tetes hujan pertama
Biduk yang kukayuh akan merapat ke dermagamu
Menyibak kabut keraguan
Lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu

Pada Saatnya,

Di ujung perjalanan
Akan kubingkai binar matamu
Bersama gelegak gairah jiwaku
Menjadi lukisan indah di lekuk cakrawala
Dalam leleh cahaya bulan melumuri langit
ditingkah semilir angin laut dan tarian ombak
membelai lembut kristal pasir pantai

Pada Saatnya,

Akan kubuatmu terjaga dari lelap tidur
lalu bersama merajut impian yang tak segera usai,
Dalam genangan cinta dipalung kalbu
Dan getar cumbu tak berkesudahan



Ku tahu… mungkin tak mudah tuk lupakan masa yang t'lah lalu Ku tahu… tak mudah tuk sembuhkan luka karena penghianatan Ku juga tahu… tak mudah bagimu tuk membuka pintu hati Tapi ku takkan bosan, ku takkan berhenti tuk mengetuk pintu itu Sampai kau buka, sampai ku masuk ke dalam ruang hatimu Ku tak perduli apakah engkau memberikanku tempat untuk duduk Ku juga tak terduli apakah kau berikanku minum atau tidak Ku hanya ingin kau menerimaku dihatimu Ku kan setia tuk menanti, kapan saatnya kau tersenyum tulus untukku Ku kan setia tuk menunggu, kapan saatnya kau hidangkan CINTA untukku Jika kau ragu dan jika kau bimbang Kan ku tuntun langkahmu tuk arungi bahtera cinta yang membara dihatimu Sampai kau yakin tuk ucapkan… "AKU SANGAT MENCINTAIMU & KUMAU KAU JADI BELAHAN JIWAKU"

Hadiah itu datang juga, Wajahmu yang telah lama aku rindu Kini bukan lagi hologram, Wajahmu sungguh nyata…. Suaramu yang teduh Membuatku luluh, Aku bahkan tak sanggup menata hatiku Aku terkesiap oleh keajaiban waktu Oh, Entah bahagia atau duka Sungguh perih jika rindu meraba Karena meskipun kau ada Kau hanyalah sebuah wajah Yang hanya bisa kurindu…


Kulihat ukir rembulan Cerita kita kekal terkenang Bicara tentang cinta Bagaimana ingin aku lupa Jika dirimu masih disana Disimpang hati yang sama Jiwaku tak henti tuliskan puisi Tentang perasaan hati Seperti indah kala kutatap pelangi Seraut wajah membuai dalam mimpi Meski dirimu tak kan termiliki Kuakhiri puisi dengan lelapku Sertai aku dalam jumpamu Biarkan aku berselimut rindu Walau kadang mimpi tak memberiku Tempat agar sejenak aku merasa bahagia Milikimu sedetik saja Terasa merindumu telah sekian lama


Cinta adalah kesegaran dan keharuman bunga yang dikirim surga untuk membuat dunia tersenyum Parasnya laksana embun menyambut pagi , dan mengilhami bunga untuk menebarkan keharuman dimusim semi, mengilhami kumbang untuk meresapi tentang keindahan sari . Dengan segala kecantikan dan pesona hati yang begitu sempurna, semua orang akan menilai ia adalah gadis paling beruntung, hidupnya dipenuhi oleh kesenangan dan kegembiraan.



kutemui kebahagiaanku kini.. walau hanya dalam sebuah ilusi.. aku rela dihimpit sepi.. tersenyum dengan sebuah memori.. dalam sebuah kamar yang sunyi.. hanya berteman bait-bait puisi.. biarkanlah sahaja aku bersendiri.. kerana memang itu yang kini aku cari.. dalam kehidupanku di sini.. mencari sebuah makna dan erti.. dalam kalimah cinta yang suci.. ku tak ingin engkau datang lagi.. jika hanya untuk menyakiti.. aku rela kau terus pergi.. daripada terus begini.. menderita jiwa dan naluri hati. dalam menghitung perjalanan hari. mengharap pada satu penantian yg tak pasti. jawapan mu yg masih berbelah bagi.. ku pasrah dgn pengakhiran ini.. lelah dengan cinta yg tak pernah menjadi.. yg pasti senyumanku masih disini.. bersama harapan yg tak pernah mati.. habis sudah airmata di pipi.. perpisahan yg tak akan aku sesali.. aku sedia jika kau tak kembali.. asalkan cinta Ilahi mengiringi.. itu sudah lebih dari apa yg kuingini



Lama aku larut dalam renungan memutar pikiran mencari penerang sejenak aku terdiam... ! terasa sulit aku pecahkan semakin lama aku mencoba namun... belum ku temukan Aku terus mencoba mencari jawaban dengan penuh harapan ku mohon petunjuk-NYA Alhamdulillah... semua menjadi mudah Yaa Allah... sesungguhnya Engkau tempat bernaung yang terindah Engkau tempat curahan yang selalu dirindukan pemberi dukungan yang selalu dinantikan karena... hanya Engkau yang kuasa menentukan


Buat Terakhir Kali Buat terakhir kali aku ingin merayu jangan buang rindu itu, kita berdua pernah akrab kerananya. Buat terakhir kali aku ingin merayu jangan benci luka ini, kita berdua jadi dewasa kerananya. Buat terakhir kali aku ingin katakan rindu itu lebih berharga luka ini lebih bermakna dari sebuah cinta lama yang tidak lagi menyala di hati yang sama.


dendang nada cinta yang lama menyepuh langit hati yang merah luka lama kembali menganga kembali berdarah cinta memang tak pernah bisa terganti bibitnya jika telah jatuh meski disengat matahari ia akan tetap tumbuh subur mengukir rindu mengukir sedih mengukir tangis mengukir haru dalam dekap erat dalam tatap tajam dalam cinta dendam melekat siap menikam menghunjam dalam dengan harumnya cinta mewangikan semesta dengan dendamnya cinta mengeringkan samudera cinta memahat dinding hati dengan hiasan sunyi dan sepi akan mengkilap segalanya jika luka cinta dibasuh dengan cinta akan mengalir sejatinya cinta berarak ramai di hamparan semesta

ah harus kecewa aku, punya rindu ternyata masih palsu di cermin selain ada kata bayangan tambah lagi kata semu ah aku harus malu juga, cinta yang dengannya aku bangga punya nyata-nyata hanya sebuah dusta aku masih merayu untuk bisa bercumbu ria hari usia penuh hiasan buah kenyal surga di dada hawa tanpa beha, dan tundun bersemak keriting di balik celana dalam warna ping cuih….jahanam ini diri jahanam diri ini pantas terlempar ke kerak neraka abadi abadi abadi abadi abadi... s'lamanya s'lamanya s'lamanya s'lamanya s'lamanya… huuuuuummm pikiran pikiran pikiran pikiran jangan siksa aku antara hidup dan mati aku tak pernah ajukan permintaan aku tak punya hidup ini hidupmu, aku tak punya mati ini matimu aku tak punya cumbu ini cumbumu, aku tak punya raba ini rabamu aku tak punya gelinjang ini gelinjangmu, aku tak punya apa-apa ini apa-apamu biarkan diri ini dalam malu, biarkan diri ini dalam cumbu biarkan diri ini dalam kecewa, biarkan diri ini dalam dusta

duhai bulan, malam ini aku sendiri lagi. bisa temankan aku? . . . . . . . . . . . bulan, aku sedang berbicara denganmu, bersuara, lah. . . . . . . . . . . . eh awan, ke tepi lah, aku ingin lihat bulan, aku ingin berbicara dengan bulan. . . . . . . . . . . . tidak, aku tak mahu berbicara sama bintang, aku mahu sama bulan. . . . . . . . . . . . apa, bulan tak mahu dengar rintihan aku lagi? benarkah, bulan? . . . . . . . . . . . jadi, benarlah? kalau begitu, tak mengapalah bulan, usahlah dipaksa hatimu lagi. aku mimpikan kau malam ini pun sudah cukup indah

senyumlah semua. biar senyum di dalam hati pun. tak salah untuk senyum. biar hati susah. namun senyuman tetap diberi. biar dikata berlakon pun. senyuman tetap indah. biar senyuman itu menyindir. ia pasti sindiran terindah. kerana senyuman itu indah. jadilah ia tanda bahagia. kerana senyuman itu indah. lahirlah ia dari hati yang indah. kerana senyuman itu indah. senyuman itu anugerah.



antara kita adalah sepi sepi yang menjarakkan kita antara kita adalah rindu rindu yang menghubungkan kita antara kita adalah cinta cinta yang mengikat kita kerna itu…. kita tak bisa berjauhan… kerna kita saling perlu…

kubiarkan kesepian menyelimuti hidupku dalam kehampaan merona dalam jiwaku mewarnai setiap detik nafasku menghantui setipa getar dadaku kucari entah dimana dia berada menghempas semua asa melemah tiada rasa tiada kurasa mengerti akan adanya datanglah wahai bidadari cinta di sela kehampaan kurasakan kesunyian terasa menyakitkan rasa kesepian.. kembalikan jiwaku yang selalu menginginkan dirimu jiwa yang selalu haus dalam pencarianmu dimanakah kau yang kucari lelah kaki melangkah yang tiada terarah merasakan letih.. hingga tak mampu ku merintih ingin ku hapuskan rasa kesepian ini

 

Kulihat ukir rembulan Cerita kita kekal terkenang Bicara tentang cinta Bagaimana ingin aku lupa Jika dirimu masih disana Disimpang hati yang sama Jiwaku tak henti tuliskan puisi Tentang perasaan hati Seperti indah kala kutatap pelangi Seraut wajah membuai dalam mimpi Meski dirimu tak kan termiliki Kuakhiri puisi dengan lelapku Sertai aku dalam jumpamu Biarkan aku berselimut rindu Walau kadang mimpi tak memberiku Tempat agar sejenak aku merasa bahagia Milikimu sedetik saja Terasa merindumu telah sekian lama

 

Hadiah itu datang juga, Wajahmu yang telah lama aku rindu Kini bukan lagi hologram, Wajahmu sungguh nyata…. Suaramu yang teduh Membuatku luluh, Aku bahkan tak sanggup menata hatiku Aku terkesiap oleh keajaiban waktu Oh, Entah bahagia atau duka Sungguh perih jika rindu meraba Karena meskipun kau ada Kau hanyalah sebuah wajah Yang hanya bisa kurindu…

 

Ku tahu… mungkin tak mudah tuk lupakan masa yang t'lah lalu Ku tahu… tak mudah tuk sembuhkan luka karena penghianatan Ku juga tahu… tak mudah bagimu tuk membuka pintu hati Tapi ku takkan bosan, ku takkan berhenti tuk mengetuk pintu itu Sampai kau buka, sampai ku masuk ke dalam ruang hatimu Ku tak perduli apakah engkau memberikanku tempat untuk duduk Ku juga tak terduli apakah kau berikanku minum atau tidak Ku hanya ingin kau menerimaku dihatimu Ku kan setia tuk menanti, kapan saatnya kau tersenyum tulus untukku Ku kan setia tuk menunggu, kapan saatnya kau hidangkan CINTA untukku Jika kau ragu dan jika kau bimbang Kan ku tuntun langkahmu tuk arungi bahtera cinta yang membara dihatimu Sampai kau yakin tuk ucapkan… "AKU SANGAT MENCINTAIMU & KUMAU KAU JADI BELAHAN JIWAKU"

Posted at 11:46 am by dakkapilah
Make a comment  

Oct 4, 2009
rindu dan sayang

Di sebalik kacamatamu
ada sepasang mata yang aku rindu..
di sebalik senyumanmu ada makna pengharapan...
aku rindu kamu..
sepi malam mengundang kegelisahan..
diri dirantai kasih..
hati dirantai rindu yang berpanjangan..
aku jadi resah sepi dan hiba..
kamu yang aku sayang entah di mana..
lambaian rindu kian mengoncang semangatku..
sepi malam mengoncang keimananku..
hati kewanitaanku terusik jua..
tapi apalah kudrat..
aku hanya mampu menanggisi nasib..
inilah nasib inilah ketentuan..
kupujuk hati yang lara..
kubelai memori kita..
memori yang indah dan teramat indah..
buat pengubat di kala duka...
menanti suatu saat untuk bertemu.
melepaskan siksa sebuah rindu...


ketuklah...
bukalah pintu ini,
telah lama aku menunggu,
telah lama aku merindu,

datanglah kekasih,
berikan sentuhan mu,
warnakan hari ku,
limpahan kasih sayang mu,
yang sentiasa ku rindu,

walau rindu ini dahulu,
pernah berlari lari,
kini ku pastikan,
ia hanya untuk mu,
hanya untuk mu,

mahligai cinta yang terpendam
di dalam lubuk hati ini
membuat aku teringat
akan eloknya raut wajahmu
kehangatan ,kenyamana,ketentraman
itulah yang kurasa saat engkau bersamaku

namun,betapa pilunya hati
saat dirimu menyebutnya di hadapanku
seseorang yang engkau impikan,seseorang
yang selalu engkau banggakan
membuat hatiku menangis bila
aku teringat akan hal itu

namun aku masih bisa tersenyum
karena aku masih bisa memilikimu
sebagai seorang sahabat
yang telah mengisi hari2ku
menemani aku saat suka maupun duka

Aku lelah berlari,.
ntuk dapat kalbu indah atas embun..
Aku lelah mencari,.
ntuk memberi keelokan hati..
Aku lelah meraih,.
ntuk dapat keindahan dasar hati,.
Aku lelah ntuk berdiri,.
karena berharap hati
Saat semua itu terjadi,,
desak hatiku rapuh..
mengambil nafas, yg semakin tak utuh..
Tutur hati……..

Aduhai kerinduan
Yang sering datang di kala aku kesepian
Menanti kan kebahgiaan...entah bila kan datang

Aduhai kerinduan
Tatkala hati merintih sedih
Tatkala jiwa menanggung pedih
Bilakah kan menjelma pengubat kasih?

Aduhai kerinduan
Mampukah ku meneruskan kehidupan
Tanpa mu di hadapan
Untuk memberi ku semangat dlm perjuangan?

Aduhai kerinduan
Sampai bila harus kau bertandang?
Adakah sampai terlena terus dari lamunan?
Atau mungkin pabila nafas berhenti dari jantungan

Jawaplah wahai kerinduan......

Saat awal kau katakan sayang
Telinga ini seakan meledak bergetar
Pikir otakku bimbang menjadi tenang
Hentak tubuh lemahku menjadi tegang

Waktu demi waktu terus berlalu
Kini kata itu makin menyatu
Engkau datang dengan sejuta rindu
Menghapus perasaan yang bergejolak dihatiku

Dengan kata itu aku mengadu
Menyambut dengan cinta pada dirimu
Karena kata dan rasa itu hanya untukmu
Yang takkan terbagi oleh siapapun yang mengganggu

Hatiku berkata untuk selalu
Menyayangimu disetiap waktuku
Tuk jadikan hidupku lebih berarti untukmu
Saat ini hingga akhir waktuku

Bila ku rindu padamu
terasa kuatnya cintaku
terbangkit resah
terpandang wajahmu
walaupun sekelip mata

tapi kini aku sendiri
membawa hati yang luka ini
ntah ke mana lebuh kaki ku ini
tiada tujuan di hati

betapa sepinya
hidup seorang perindu
dihanyut oleh keresahan
rindunya hati ku
rindu padamu
selagi kau masih ku cinta
biar apa pun
yang memisahkan
namun kau tetap ku rindui.....

Detik waktu  yang berlalu
Menyisakan tangisan rindu
Ingin aku memulai baru
Lembaran putih  bertulisan merdu

Langit biru tertutup kelabu
Sepercik sinar menembus waktu
Akankah esok menjadi satu
Dua insan yang telah lama membisu
Karna jarak,ruang dan waktu

Kuterlentang  di  keheningan  malam
Di bawah  pancaran milyaran  bintang,
Jutaan galaksi dan ribuan warna pelangi
Ku ingin terbang tinggi
Bersemayam bersama mentari
Walau panas 12juta oc  jutaan meteor menembus hati
Semua akan ku lalui demi mendapatkan cinta sejatiku

Sedetik masa berlalu
Sejenak ku merenung jauh
Fikiran ku melayang terkenangkan mu
Di kau wahai kekasih hati ku

Sayangku
Kocakkan air kerinduan di hati ini
Bergelora kuat menghempaskan diri
Ingin saja ku menjerit sekuat hati
Agar dapat kiranya kau mendengar
Jeritan rindu di penjara hati ini

Sayang…. dengarkanlah rintihan hati
Menangis sedih merintih pedih
Kerana kau berada jauh dari sisi
Yang dapat ku gamit hanya bayangan mimpi
Yang kan hilang bila terbit sang mentari

Entahlah sampai bila agaknya
Penghujung perjalanan hidup ini
Mencari jejak bayangan dirimu
Wahai dikau kekasih hatiku

Kau yang ku rindu

Pertama kali ku dengar suara mu,
pertama kali ku dengar bisikan hati mu..
suara mu bergema di jiwa ku..
tidak ku kenali siapa diri mu..
tapi mengapa kau jua yang ku rindu..

kau pandai bermadah..
madah mu mencuit hati ku..
kau pandai bergurau..
gurauan mu, menjadi igauan ku..
desiran tawa mu..
menambat hati ku..
oh.. alangkah indahnya rindu pada diri mu.

pertama kali ku bersua dgn mu..
hati ku berdegup bagaikan dipalu..
jantung ku bergoncang bagaikan digempa..
lirik mata mu.. panahan arjuna ku..
manis senyuman mu, bertakhta mahkota.
oh..indahnya jika selalu bersama mu..

deruan angin membawa kenangan..
kenangan yg lepas, tak akan berulang..
asam dan garam sudah suratan...
bibit-bibit kemanisan bersama mu..
terpaksa ku telan jua..
walaupun ku sedar diri ku siapa

Telah jauh aku dalam kesunyian
Sepi sedih aku ratapi dengan perasaan
Jauh gelap mata ini memandang
Menembus dinding berlapis baja yang hitam kelam

Cinta……

Seuntai kata aku sampaikan sebelumnya
Sebagai buah hati perasaan yang terdalam
Yang telah kucoba tuk menyimpan dan menahan
Tapi tak kuasa lagi aku bersamanya

Cinta……

Satu dua hari kita jalani semua
Untuk mencari kata yang haqiqi
Namun itu bukanlah suatu tujuan
Banyak orang yang tidak menerima kenyataan
Semua membuat sakit dan gejolak perasaan

Cinta……

Kalau memang engkau sayang
Cobalah engkau menerima kenyataan
Bukanlah aku melepaskan
Tapi menjaga semua perasaan
Berilah sebuah keyakinan
Allahlah yang memberikan
Tapi bukan sekarang ,Tunggulah hingga
Mendapat kesuksesan

Posted at 09:32 pm by dakkapilah
Make a comment  

Aug 1, 2009
cinta

Melantunkan lagu indah demi sebuah pendengaran, Menjejakkan kaki kuat demi sebuah pengakuan, Melintaskan pikiran jauh demi sebuah pendirian, Menyakitkan hati demi mengetahui semunya, Tunas padi melingkarkan kepala saat menua, Memberi pengertian akan kecintaan manusia, Burung berhenti mengelus anyaman sarinya, Menularkan benih demi membebaskan semuanya, "hey, apa yang kamu lakukan dengan pisaumu?", hatiku bicara, "aku kehilangan romantisku...", jawabku, "sembilu tidak selamanya membiru bukan?", tanyamu, "mungkinkah aku berlebihan?", Hari pembebasan mungkin telah melewatiku, agar hari ini aku belajar menengok belakang, Dan aku terlupa kala harus melalui 7 samudera, Disini, disana, dimana-mana, akan ku jaga romantis.

 

Air mata rindu Sayang,.. Ku meniteskan butiran-butiran air mata untukmu Kukatakan pada jiwaku ini " aku orang lemah" Betapa kulemah tanpamu, seakan-akan engkau adalah tulang-tulangku, dan aku hanya daging yang tak bertulang, lalu kau mengisinya dan melengkapi tubuhku Sehingga dengan kepergianmu, apalah erti hidupku lagi Aku begitu lemah dan tak berdaya Hanya tertinggal perasaan rindu dan cinta untuk menantikanmu Sayang Kutieteskan air mataku untukmu Kukatakan padanya, jangan biarkan kekasihku melihatmu terjatuh Aku takut ia akan mengetahui betapa aku lemah tanpa kekasihku

 

Kicau burung mengejutkan daku dari mimpi Padamu jua tiba-tiba hatiku menjamah sepi Pilu rasa rintihan sanubari Berkaca di mata membuai mimpi ngeri Kelibatmu ku tampak cuma dari kejauhan Rindunya daku pada sepasang mata yang amat menawan Bibir yang sering ku igau untuk kucupan Masa jua masih cemburu dengan situasi dan keadaan Pepatah bingkisan rindu membuat hati semakin syahdu Mengiringi pilu di sebalik keindahan seri kebaya ungu Longlai langkah seakan menghayati petikan madah Jambangan mawar merah cuma karangan di jiwa gundah Saat tidak pasti Apakah bisa hilang arah Masa tanpa henti Adakah kan tiba waktu merubah langkah Cahaya biar terang Langit biar tanpa mendung hitam Jiwa biar tenang Harapan agar tiada tinggal kusam Kasih biar bercambah Mahupun entah di mana tumbuh melata Airmata biar ku simpan agar jangan melimpah Sehingga tiba perlunya tika yang nyata

 

 Akibat cinta, tidak tahu mengapa Harus hilang ke daratan Duka berderai Murung mula berlegar-legar Menara dendam membuka ceritera Mati pun tidak bernisan Tidak ada kenikmatannya Yang tinggal bayang-bayang bintang Yang telah memahati sejarah Bersama pesanan yang gugup Pilihan tiada keputusan Yang pedihnya bersepung duka Meskipun cinta cukup tua Tanpa cinta, perlahan-lahan bergerak Sepi indahnya Tinggallah himpunan nostalgia Amat meletihkan menjadi pengembara tanpa cinta Dan peritnya ternyata memelihara cinta Berlalu kata-kata duka dan suka yang murung dan sia-sia

 

 Secarik semangat terus ku tarik demi masamu, Secarik nafas terus aku kejar menjagamu, tiada waktu berhenti, tiada pula mati... Kamu sungguh menggairahkan, Kamu sungguh melupakan, Maaf, bila aku sedikit meninggalkanmu, karena itu untuk kembali kepadamu.. Waktu itu kamu berjanji akan menjaga, meniscayakan percaya menghilangkan murka, aku mengerti, meski tidak pasti.. Esok lusa aku akan berjalan menuju fajar elok nun jauh disana, semua hanya untuk kembali kepadamu, tautan kegilaan hati, hanya kepadamu, dan kepadamu.. Akan aku ambil serpihan-serpihan kelopak bunga, ku rangkai dan ku bingkai untuk persembahanmu, Sebelum semua mengetahui, sudah tersemat dilehermu, hingga kecantikanmu tiada pernah terurai.

 

Kicau burung mengejutkan daku dari mimpi Padamu jua tiba-tiba hatiku menjamah sepi Pilu rasa rintihan sanubari Berkaca di mata membuai mimpi ngeri Kelibatmu ku tampak cuma dari kejauhan Rindunya daku pada sepasang mata yang amat menawan Bibir yang sering ku igau untuk kucupan Masa jua masih cemburu dengan situasi dan keadaan Pepatah bingkisan rindu membuat hati semakin syahdu Mengiringi pilu di sebalik keindahan seri kebaya ungu Longlai langkah seakan menghayati petikan madah Jambangan mawar merah cuma karangan di jiwa gundah Saat tidak pasti Apakah bisa hilang arah Masa tanpa henti Adakah kan tiba waktu merubah langkah Cahaya biar terang Langit biar tanpa mendung hitam Jiwa biar tenang Harapan agar tiada tinggal kusam Kasih biar bercambah Mahupun entah di mana tumbuh melata Airmata biar ku simpan agar jangan melimpah Sehingga tiba perlunya tika yang nyata

 

Akibat cinta, tidak tahu mengapa Harus hilang ke daratan Duka berderai Murung mula berlegar-legar Menara dendam membuka ceritera Mati pun tidak bernisan Tidak ada kenikmatannya Yang tinggal bayang-bayang bintang Yang telah memahati sejarah Bersama pesanan yang gugup Pilihan tiada keputusan Yang pedihnya bersepung duka Meskipun cinta cukup tua Tanpa cinta, perlahan-lahan bergerak Sepi indahnya Tinggallah himpunan nostalgia Amat meletihkan menjadi pengembara tanpa cinta Dan peritnya ternyata memelihara cinta Berlalu kata-kata duka dan suka yang murung dan sia-sia

 

kau lihatlah kasih air mata ini mengalir keranamu telah lama aku pendam telah lama aku tahan agar ia tidak nampak ketara rasa kecewa ini hanya ku biar ia bertakung membasahi lurah perasaan yang resah Dirimu... pernah kurantai didalam kalbu Rindumu.. kusangka akan berakhir di penghujung hidupku ku sangka suara kasihmu akan terus meniti rembulan yang indah tetapi rupanya bukan itu yang menjanjikan bahagia untukku kasih.. ketara benar rasa terkilan ini rupanya tak kesampaian tidak terkota daerah janjimu dan ilhamku buntu dan kaku bahagiakah kau kasih membiarkan kesedihan ini mengunjungiku??...

Titian ujung pelangi berwarna merah, menarik perhatian mata, berlatar keemasan matahari, kamu unjuk diri, perlahan pasti kamu tawarkan ujung lidah, tak kuasa bagiku mengecup ujungmu, agar melangkah lebih dalam, teraduk perasaan memasukinya, Mendekati dalam, guncanganmu makin menggairahkan, nafasku tergegas cenderung keras, teriakan dari ujungmu makin memanggil, aku terpanggul mempercepat, terengah menujumu, kamu buka lebar hatimu, gapaian ku pun makin dekat, Ujung warna merahmu berubah warna warni, makin ingin aku sampai ditempatmu, cepat, beritahu aku bila kamu sudah disana, aku menyusulmu untuk bersatu, biarkan aku dengar bisikan, yang selalu aku rindukan, dan kita pun berhenti bersama, merasakan surga dan serpihan-serpihannya, Kini aku berselancar di garisan pelangi, menuruni kembali, beserta cengkeraman mesra tanganmu, tuntunanmu menurunkan aku, kembali sedia kala, berharap pintumu terbuka selalu, 17 syaratmu akan aku penuhi, dimana tangis bahagia adalah janji.

Laksa makna ini berbuih menebar kemesraan bukan takut, namun gemetar debar yang ku rasa ini hari yang biasa, biasa seperti saat aku menerima tamu, biasa seperti saat aku mencari waktu, biasa seperti saat aku menambah saku, menjadi tidak biasa saat kamu menemuiku, luar biasa. Semilir angin membungkus kesenangan, memberi warna biru langit dimana sebelumnya tawar, kamu tidak lagi menertawakanku, kamu mengagumiku, bahkan ingin mencumbuku, aku tidak tersanjung, tapi berasa luar biasa, karena kamu adalah hal yang luar biasa, hari biasa yang luar biasa, Kita sudah berjalan berdua menuju pulang, senggama kitapun menularkan kepuasan, hingga matahari tak kuasa menerimanya, dan memindahkannya ke bulan, kita saling berbisik, saling mengusap dan menyisip, candaan katamu menyemburkan gairah, tiada lain, karena ini hari biasa yang luar

Melantunkan lagu indah demi sebuah pendengaran, Menjejakkan kaki kuat demi sebuah pengakuan, Melintaskan pikiran jauh demi sebuah pendirian, Menyakitkan hati demi mengetahui semunya, Tunas padi melingkarkan kepala saat menua, Memberi pengertian akan kecintaan manusia, Burung berhenti mengelus anyaman sarinya, Menularkan benih demi membebaskan semuanya, "hey, apa yang kamu lakukan dengan pisaumu?", hatiku bicara, "aku kehilangan romantisku...", jawabku, "sembilu tidak selamanya membiru bukan?", tanyamu, "mungkinkah aku berlebihan?", Hari pembebasan mungkin telah melewatiku, agar hari ini aku belajar menengok belakang, Dan aku terlupa kala harus melalui 7 samudera, Disini, disana, dimana-mana, akan ku jaga romantis.

Tiap malam ku sendiri Menanti datangnya hari Yang engkau janjikan Setia ku menunggu Walau pun penuh dengan derita Air mata jadi saksi gelisah Ingat dirimu yang selalu Datang didalam mimpiku Kau peluk aku didalam cinta Bilakah kau pulang kurindu Padamu ingin kupeluk erat Dirimu biar malam ini tiada Air mata yang menghantui Dalam hidupku

 

kala aku bertanya, kemana cinta... kalian bilang dimanapun ada cinta. kala aku mencari cinta kesana kemari kalian tertawa dan bahkan mengejak ku dengan berkata cinta ada di dekat mu namun kau tak menyadari kini aku menemukan cinta ku kini aku menemukan muara hati ku kini aku menemukan tautan jiwaku yang tak akan meninggakalkan ku dalam perih dan tawa ku yang tak akan mengecewakan ku dalam keadaan apapun aku yang kan menjaga ku dengan segenap cintanya.... dia ada dengan senyum nya dia ada dengan canda halus dan teguran lembutnya dengan semua yang terjadi dan semua kenyataan yang membuka kedua mataku... ku tahu cinta tulus dan benar-benar tak layak ku ragukan duhai cinta, jangan pernah tinggalkan aku... jangan pernah tinggalkan aku... Faidza Azzamta fatawakkal ala ALlah... terimakasih cinta...

kasih,,,,,,, sungguh hati ini ingin merindumu jiwa ini ingin mengingatmu namun tak kuasa aku tuk mengungkapnya cintaku,,,,,,, entah dimana kau kini dan entah siapakah engkau apakah jua kau merinduku gelisahkah kau tuk mengingatku tapi mungkin kau pun malu tuk ungkapkan kepadaku duhai belahan jiwaku,,,,,,, mampukah qta tuk saling menjaga hati yang terkoyak oleh rindu bilakah kau datang tuk menjemputku bertemu dalam satu ikatan cinta nan suci tuk saling ungkapkan rindu yang terpendam

Dari jendela terlihat kau sahabat ku
Laju melangkah bagaikan terburu-buru
Terasingkah atau mencari sesuatu
Keresahan tercerita di wajah mu

Mengapakah terhenti langkah mu di situ
Malukah kau mengetuk pintu ku
Ingatkah kau akan bergunung-gunung intan
Lambang budi yang telah kita taburkan

Kita hanya insan-insan yang lemah
Bersama berpaut sebelum rebah
Hulurkan tangan ku dan sambutlah tangan ku
Kau akan tahu nilai persahabatan

 

Sengaja tidak kuberitahukan padamu Saat ini sedang kurajut lagi hatiku dengan benang cinta darimu Memang aku tak ingin engkau tahu Kelak ingin kuberikan satu hati ini utuh hanya untukmu Namun jika kini kau putuskan untuk pergi Karna kau telah lelah menanti Sampaikan saja…segenap jiwaku akan mengerti Kuyakin takkan mudah tuk berpaling Sekian lama kuabaikan keberadaanmu Terbenam dalam kubangan kenangan masa lalu Sekian lama kau ada disisiku terdiam, mencoba mengerti Bahkan menunggu ucapan rindu dariku Untuk semua pengorbanan dan kesabaranmu selama ini Kucoba terima jika kini kau berpaling untuk sebuah kisah baru Pergilah…berjalanlah…pelajarilah Lupakan saja aku…bahkan untuk mengenangpun jangan Usah terbenam dalam masa lalu saat bersamaku Berikan untuknya segenap rasa yang tersisa Jangan buat segalanya terlambat Jangan buat cintamu terasa penat Jangan buat ia membenciku karna rasamu Jangan buat aku menyakitinya karnamu Cinta tidak egois…aku baru sadari itu Belajarlah untuk terima apa adanya Perlahan akan berkurang semua artiku Usah kau hiraukan aku lagi Kuyakin kau pasti bisa melewatinya Satu langkah lebih baik daripada terus menyesalinya

 

 

<P>Melantunkan lagu indah demi sebuah pendengaran, Menjejakkan kaki kuat demi sebuah pengakuan, Melintaskan pikiran jauh demi sebuah pendirian, Menyakitkan hati demi mengetahui semunya, Tunas padi melingkarkan kepala saat menua, Memberi pengertian akan kecintaan manusia, Burung berhenti mengelus anyaman sarinya, Menularkan benih demi membebaskan semuanya, "hey, apa yang kamu lakukan dengan pisaumu?", hatiku bicara, "aku kehilangan romantisku...", jawabku, "sembilu tidak selamanya membiru bukan?", tanyamu, "mungkinkah aku berlebihan?", Hari pembebasan mungkin telah melewatiku, agar hari ini aku belajar menengok belakang, Dan aku terlupa kala harus melalui 7 samudera, Disini, disana, dimana-mana, akan ku jaga romantis

 mata rindu Sayang,.. Ku meniteskan butiran-butiran air mata untukmu Kukatakan pada jiwaku ini " aku orang lemah" Betapa kulemah tanpamu, seakan-akan engkau adalah tulang-tulangku, dan aku hanya daging yang tak bertulang, lalu kau mengisinya dan melengkapi tubuhku Sehingga dengan kepergianmu, apalah erti hidupku lagi Aku begitu lemah dan tak berdaya Hanya tertinggal perasaan rindu dan cinta untuk menantikanmu Sayang Kutieteskan air mataku untukmu Kukatakan padanya, jangan biarkan kekasihku melihatmu terjatuh Aku takut ia akan mengetahui betapa aku lemah tanpa kekasihku</P>
<P>&nbsp;</P>
<P>Kicau burung mengejutkan daku dari mimpi Padamu jua tiba-tiba hatiku menjamah sepi Pilu rasa rintihan sanubari Berkaca di mata membuai mimpi ngeri Kelibatmu ku tampak cuma dari kejauhan Rindunya daku pada sepasang mata yang amat menawan Bibir yang sering ku igau untuk kucupan Masa jua masih cemburu dengan situasi dan keadaan Pepatah bingkisan rindu membuat hati semakin syahdu Mengiringi pilu di sebalik keindahan seri kebaya ungu Longlai langkah seakan menghayati petikan madah Jambangan mawar merah cuma karangan di jiwa gundah Saat tidak pasti Apakah bisa hilang arah Masa tanpa henti Adakah kan tiba waktu merubah langkah Cahaya biar terang Langit biar tanpa mendung hitam Jiwa biar tenang Harapan agar tiada tinggal kusam Kasih biar bercambah Mahupun entah di mana tumbuh melata Airmata biar ku simpan agar jangan melimpah Sehingga tiba perlunya tika yang nyata</P>
<P>&nbsp;</P>
<P><SPAN>&nbsp;Akibat cinta, tidak tahu mengapa Harus hilang ke daratan Duka berderai Murung mula berlegar-legar Menara dendam membuka ceritera Mati pun tidak bernisan Tidak ada kenikmatannya Yang tinggal bayang-bayang bintang Yang telah memahati sejarah Bersama pesanan yang gugup Pilihan tiada keputusan Yang pedihnya bersepung duka Meskipun cinta cukup tua Tanpa cinta, perlahan-lahan bergerak Sepi indahnya Tinggallah himpunan nostalgia Amat meletihkan menjadi pengembara tanpa cinta Dan peritnya ternyata memelihara cinta Berlalu kata-kata duka dan suka yang murung dan sia-sia</SPAN></P>
<P><SPAN></SPAN>&nbsp;</P>
<P><SPAN>&nbsp;Secarik semangat terus ku tarik demi masamu, Secarik nafas terus aku kejar menjagamu, tiada waktu berhenti, tiada pula mati... Kamu sungguh menggairahkan, Kamu sungguh melupakan, Maaf, bila aku sedikit meninggalkanmu, karena itu untuk kembali kepadamu.. Waktu itu kamu berjanji akan menjaga, meniscayakan percaya menghilangkan murka, aku mengerti, meski tidak pasti.. Esok lusa aku akan berjalan menuju fajar elok nun jauh disana, semua hanya untuk kembali kepadamu, tautan kegilaan hati, hanya kepadamu, dan kepadamu.. Akan aku ambil serpihan-serpihan kelopak bunga, ku rangkai dan ku bingkai untuk persembahanmu, Sebelum semua mengetahui, sudah tersemat dilehermu, hingga kecantikanmu tiada pernah terurai.</SPAN></P>
<P><SPAN></SPAN>&nbsp;</P>
<P><SPAN>Kicau burung mengejutkan daku dari mimpi Padamu jua tiba-tiba hatiku menjamah sepi Pilu rasa rintihan sanubari Berkaca di mata membuai mimpi ngeri Kelibatmu ku tampak cuma dari kejauhan Rindunya daku pada sepasang mata yang amat menawan Bibir yang sering ku igau untuk kucupan Masa jua masih cemburu dengan situasi dan keadaan Pepatah bingkisan rindu membuat hati semakin syahdu Mengiringi pilu di sebalik keindahan seri kebaya ungu Longlai langkah seakan menghayati petikan madah Jambangan mawar merah cuma karangan di jiwa gundah Saat tidak pasti Apakah bisa hilang arah Masa tanpa henti Adakah kan tiba waktu merubah langkah Cahaya biar terang Langit biar tanpa mendung hitam Jiwa biar tenang Harapan agar tiada tinggal kusam Kasih biar bercambah Mahupun entah di mana tumbuh melata Airmata biar ku simpan agar jangan melimpah Sehingga tiba perlunya tika yang nyata</SPAN></P>
<P><SPAN></SPAN>&nbsp;</P>
<P><SPAN>Akibat cinta, tidak tahu mengapa Harus hilang ke daratan Duka berderai Murung mula berlegar-legar Menara dendam membuka ceritera Mati pun tidak bernisan Tidak ada kenikmatannya Yang tinggal bayang-bayang bintang Yang telah memahati sejarah Bersama pesanan yang gugup Pilihan tiada keputusan Yang pedihnya bersepung duka Meskipun cinta cukup tua Tanpa cinta, perlahan-lahan bergerak Sepi indahnya Tinggallah himpunan nostalgia Amat meletihkan menjadi pengembara tanpa cinta Dan peritnya ternyata memelihara cinta Berlalu kata-kata duka dan suka yang murung dan sia-sia</SPAN></P>
<P><SPAN></SPAN>&nbsp;</P>
<P><SPAN>kau lihatlah kasih air mata ini mengalir keranamu telah lama aku pendam telah lama aku tahan agar ia tidak nampak ketara rasa kecewa ini hanya ku biar ia bertakung membasahi lurah perasaan yang resah Dirimu... pernah kurantai didalam kalbu Rindumu.. kusangka akan berakhir di penghujung hidupku ku sangka suara kasihmu akan terus meniti rembulan yang indah tetapi rupanya bukan itu yang menjanjikan bahagia untukku kasih.. ketara benar rasa terkilan ini rupanya tak kesampaian tidak terkota daerah janjimu dan ilhamku buntu dan kaku bahagiakah kau kasih membiarkan kesedihan ini mengunjungiku??...</SPAN></P>
<P><SPAN>Titian ujung pelangi berwarna merah, menarik perhatian mata, berlatar keemasan matahari, kamu unjuk diri, perlahan pasti kamu tawarkan ujung lidah, tak kuasa bagiku mengecup ujungmu, agar melangkah lebih dalam, teraduk perasaan memasukinya, Mendekati dalam, guncanganmu makin menggairahkan, nafasku tergegas cenderung keras, teriakan dari ujungmu makin memanggil, aku terpanggul mempercepat, terengah menujumu, kamu buka lebar hatimu, gapaian ku pun makin dekat, Ujung warna merahmu berubah warna warni, makin ingin aku sampai ditempatmu, cepat, beritahu aku bila kamu sudah disana, aku menyusulmu untuk bersatu, biarkan aku dengar bisikan, yang selalu aku rindukan, dan kita pun berhenti bersama, merasakan surga dan serpihan-serpihannya, Kini aku berselancar di garisan pelangi, menuruni kembali, beserta cengkeraman mesra tanganmu, tuntunanmu menurunkan aku, kembali sedia kala, berharap pintumu terbuka selalu, 17 syaratmu akan aku penuhi, dimana tangis bahagia adalah janji.</SPAN></P>
<P><SPAN>Laksa makna ini berbuih menebar kemesraan bukan takut, namun gemetar debar yang ku rasa ini hari yang biasa, biasa seperti saat aku menerima tamu, biasa seperti saat aku mencari waktu, biasa seperti saat aku menambah saku, menjadi tidak biasa saat kamu menemuiku, luar biasa. Semilir angin membungkus kesenangan, memberi warna biru langit dimana sebelumnya tawar, kamu tidak lagi menertawakanku, kamu mengagumiku, bahkan ingin mencumbuku, aku tidak tersanjung, tapi berasa luar biasa, karena kamu adalah hal yang luar biasa, hari biasa yang luar biasa, Kita sudah berjalan berdua menuju pulang, senggama kitapun menularkan kepuasan, hingga matahari tak kuasa menerimanya, dan memindahkannya ke bulan, kita saling berbisik, saling mengusap dan menyisip, candaan katamu menyemburkan gairah, tiada lain, karena ini hari biasa yang luar</SPAN></P>
<P><SPAN>Melantunkan lagu indah demi sebuah pendengaran, Menjejakkan kaki kuat demi sebuah pengakuan, Melintaskan pikiran jauh demi sebuah pendirian, Menyakitkan hati demi mengetahui semunya, Tunas padi melingkarkan kepala saat menua, Memberi pengertian akan kecintaan manusia, Burung berhenti mengelus anyaman sarinya, Menularkan benih demi membebaskan semuanya, "hey, apa yang kamu lakukan dengan pisaumu?", hatiku bicara, "aku kehilangan romantisku...", jawabku, "sembilu tidak selamanya membiru bukan?", tanyamu, "mungkinkah aku berlebihan?", Hari pembebasan mungkin telah melewatiku, agar hari ini aku belajar menengok belakang, Dan aku terlupa kala harus melalui 7 samudera, Disini, disana, dimana-mana, akan ku jaga romantis.</SPAN></P>
<P><SPAN>Tiap malam ku sendiri Menanti datangnya hari Yang engkau janjikan Setia ku menunggu Walau pun penuh dengan derita Air mata jadi saksi gelisah Ingat dirimu yang selalu Datang didalam mimpiku Kau peluk aku didalam cinta Bilakah kau pulang kurindu Padamu ingin kupeluk erat Dirimu biar malam ini tiada Air mata yang menghantui Dalam hidupku</SPAN></P>
<P><SPAN></SPAN>&nbsp;</P>
<P>kala aku bertanya, kemana cinta... kalian bilang dimanapun ada cinta. kala aku mencari cinta kesana kemari kalian tertawa dan bahkan mengejak ku dengan berkata cinta ada di dekat mu namun kau tak menyadari kini aku menemukan cinta ku kini aku menemukan muara hati ku kini aku menemukan tautan jiwaku yang tak akan meninggakalkan ku dalam perih dan tawa ku yang tak akan mengecewakan ku dalam keadaan apapun aku yang kan menjaga ku dengan segenap cintanya.... dia ada dengan senyum nya dia ada dengan canda halus dan teguran lembutnya dengan semua yang terjadi dan semua kenyataan yang membuka kedua mataku... ku tahu cinta tulus dan benar-benar tak layak ku ragukan duhai cinta, jangan pernah tinggalkan aku... jangan pernah tinggalkan aku... Faidza Azzamta fatawakkal ala ALlah... terimakasih cinta... </P>
<P>kasih,,,,,,, sungguh hati ini ingin merindumu jiwa ini ingin mengingatmu namun tak kuasa aku tuk mengungkapnya cintaku,,,,,,, entah dimana kau kini dan entah siapakah engkau apakah jua kau merinduku gelisahkah kau tuk mengingatku tapi mungkin kau pun malu tuk ungkapkan kepadaku duhai belahan jiwaku,,,,,,, mampukah qta tuk saling menjaga hati yang terkoyak oleh rindu bilakah kau datang tuk menjemputku bertemu dalam satu ikatan cinta nan suci tuk saling ungkapkan rindu yang terpendam </P>
<P><FONT size=2>Dari jendela terlihat kau sahabat ku<BR>Laju melangkah bagaikan terburu-buru<BR>Terasingkah atau mencari sesuatu<BR>Keresahan tercerita di wajah mu<BR><BR>Mengapakah terhenti langkah mu di situ<BR>Malukah kau mengetuk pintu ku<BR>Ingatkah kau akan bergunung-gunung intan<BR>Lambang budi yang telah kita taburkan<BR><BR>Kita hanya insan-insan yang lemah<BR>Bersama berpaut sebelum rebah<BR>Hulurkan tangan ku dan sambutlah tangan ku<BR>Kau akan tahu nilai persahabatan</FONT></P>
<P><FONT size=2></FONT>&nbsp;</P>
<P><FONT size=2>Sengaja tidak kuberitahukan padamu Saat ini sedang kurajut lagi hatiku dengan benang cinta darimu Memang aku tak ingin engkau tahu Kelak ingin kuberikan satu hati ini utuh hanya untukmu Namun jika kini kau putuskan untuk pergi Karna kau telah lelah menanti Sampaikan saja…segenap jiwaku akan mengerti Kuyakin takkan mudah tuk berpaling Sekian lama kuabaikan keberadaanmu Terbenam dalam kubangan kenangan masa lalu Sekian lama kau ada disisiku terdiam, mencoba mengerti Bahkan menunggu ucapan rindu dariku Untuk semua pengorbanan dan kesabaranmu selama ini Kucoba terima jika kini kau berpaling untuk sebuah kisah baru Pergilah…berjalanlah…pelajarilah Lupakan saja aku…bahkan untuk mengenangpun jangan Usah terbenam dalam masa lalu saat bersamaku Berikan untuknya segenap rasa yang tersisa Jangan buat segalanya terlambat Jangan buat cintamu terasa penat Jangan buat ia membenciku karna rasamu Jangan buat aku menyakitinya karnamu Cinta tidak egois…aku baru sadari itu Belajarlah untuk terima apa adanya Perlahan akan berkurang semua artiku Usah kau hiraukan aku lagi Kuyakin kau pasti bisa melewatinya Satu langkah lebih baik daripada terus menyesalinya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted at 12:40 pm by dakkapilah
Make a comment  

Jun 19, 2009
rawan kah aku

tak siapa tahu erti rawan
bilamana tak pernah dikecewakan
tak siapa tahu erti pedih
bilamana tak pernah dilukakan
sebab ada manusia tiba-tiba melonjak ria
tiba-tiba dapat terbang di awan
sampai menggapai bintang-bintang
bermain dengan rona-rona pelangi
sampai lupakan nilai keprihatinan
sampai abaikan nilai keintiman
mengetepi nilai pertemuan dua hati
bagaikan dia kian mengapan janji
ke liang lahat perpisahan
yang tanpa kata pesan
terlalu egonya akumu
dengan kegemerlapan
yang belum tentu sinarnya
menyimbah ke arah akuku
aku sekadar bungkam
& pasrah dengan gururku
:aku terusan menggilap sinar setiaku.

Posted at 12:43 pm by dakkapilah
Make a comment  

jika benar

 Jika kita lahir dari kebenaran Cinta,
kenapa harus mata jiwa dipaksa buta?
Jika kita lahir dari keberanian Cinta,
kenapa harus degup bathin dibiarkan membatu?
Jika kita lahir dari keindahan Cinta,
kenapa harus selaksa mata menata leluka?
Jika kita lahir dari kemerdekaan Cinta,
kenapa harus sabda tak kunjung bersuara?
Jika kita lahir dari kesetiaan Cinta,
kenapa harus kalah meraba kisah?
Jika kita lahir dari keabadian Cinta,
kenapa harus nurani dilarang menari?
Jika kita lahir dari penempuhan Cinta,
kenapa harus usia harapan adalah angan kematian?
Jika kita lahir dari kelembutan Cinta,
kenapa harus detik bathin demikian dingin?
Jika kita lahir dari kejujuran Cinta,
kenapa harus makna terpenjara dusta?
Kenapa harus jika?

Posted at 11:54 am by dakkapilah
Make a comment  

May 17, 2009
rindu betandang

bila rindu bertandang
menyusuri benak benak sepi
yang terpukat dari bicara
dari alun dan gemersik
mengimbau dalam mimpi
bercantum dalam lagenda
terbiar dan kaku

bila rindu bertandang
mengatur langkah dalam kemelut
memagari warna warna pelangi
yang terbias di angkasa
menyentuh dan menjamah
percik percik rindu yang terbuku

ingin sekali aku selusuri
rindu rindu yang kian hilang
persis puteri tujuh
yang hilang baju nya
sewaktu mandi di pantai itu

ingin sekali aku jejak
dari desir yang berhembus
dari pepasir yang memuteh
sedangkan cahaya kian suram
terlanda ombak jahat ( tsunami )

mampu kah langkah itu di teruskan
bersama intaian rindu
yang tertinggal di jurang dalam
sedangkan ....
ombak masih ganas
gelombang kian menghimpit
dan ribut masih kencang

Posted at 12:26 pm by dakkapilah
Make a comment  

dugaan

Dugaan itu pasti datang
Pada setiap insan di dunia
Hanya masa mengulit hadirnya
Tidak mungkin dapat kau tepis

Bagai sungai mengalir tetap
Kehujung muara berhenti tidak
Hanya dengan mahu Dia
Akan ke langit air kembali

Jika ketentuan mendatang
Hari ini duka menerjah hatimu
Pegang tawakal di jalan hidupmu
Pada pasti Dia maha penyayang

Dia lebih mengetahui laramu
Kepada Dia kita berserah
Kerana Dia segala perencana
Hanya Dia datang segala

Biar luka di hatimu itu melapah
Barang tanpa luka berdarah
Tengelam tanpa tahu musibbah
Kau mungkin lupa rahmat melimpah

Posted at 12:01 pm by dakkapilah
Make a comment  

beban kenangan

beban kenangan lama
mengusik mimpi2 bahagia
bertamu tnpa diundg
mengetuk pintu hati
tanpa izin tuannya


beban kenangan lama
xmahu kuhitung lg
untung rugi destinasi yg dulu
mengingati beerti menmpah luka
mengimbaskannya beerti
mengguris hati
mengimbaunya beerti
mencari kusut
yg tlh lama dirungkaikan

beban kenangan lama
hilgkan rasa damai di jiwa
menuntut diri
memahaminya
menerimanya sbg hikmah tak terungkap
dan iktibar kabir



beban kenangan lama

Posted at 11:18 am by dakkapilah
Make a comment  

serpihan rindu

sesekali aku menoleh
pada kenangan semalam
ingin sekali
aku kutip semula serpihan-serpihan rindu
yang berserakan di taman malam

ingin sekali
aku khabarkan kepada angin malam
tentang kesakitan dan luka
yang tertoreh pada cinta semalam
sakit yang sukar disembuhkan

mampukan aku menggapai awan
di mana rindu itu bersembunyi
mampukah kupetik dan simpan
bagai indahnya kisah semalam

aku tau
angin tak mungkin lagi menyapa
angin tak mungkin lagi singgah
menyapu airmata di pipiku
aku tau
malam semakin kelam
kerana di situ
tidak lagi kunampak bayangmu
namun sukar sekali
terhapus rasa rindu itu

Posted at 11:17 am by dakkapilah
Make a comment  

May 16, 2009
semua nya

Ketika semuanya harus berakhir
Ketika peluhku tak lagi berhenti
Kau memilih untuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
Telah kuberikan yang mampu kuberi
Namun tak jua puaskan hatimu
Kau memilih untuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski telah kucuba
Kau memilih untuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski tlah kucuba

Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski elah kucuba

Posted at 07:18 pm by dakkapilah
Make a comment  

Next Page