|
 |
|
Oct 24, 2009

Ingin kubicarakan tentang bicara semalam yang kau ungkit-ungkitkan pada janji dan perasaan walaupun di taman hati ini masih berkembang mewangi
Sejak akhir-akhir ini bicaramu ternyata songsang meragui perasaan meragui kesetiaan dengan seribu alasan
engkau simpanlah segala syak wasangka terhadap diriku dan... pintaku lagi hulurkan secebis kedamaian agar aku tak bisa menanti dan terus menanti
Dalam perjalanan ini yang masih aku ingati pada warna-warna keindahan pada garis waktu yang entah bila penghujungnya Dalam perjalanan ini yang banyak bersimpang-simpang tapi aku masih mengerti tentang nostalgia semalam sewaktu bersama denganmu yang banyak memberi ilham akan erti kehadiran Dalam perjalanan itu cuma tinggal memori indah bersama kenangan-kenangan manis dan seandainya perjalanan itu sampai di sini aku utuskan sebaris puisi syahdu Ribuan kemaafan aku bermohon tentang bicara semalam yang mungkin menyakitkan di luar kehendakku ... ..dalam perjalanan kita yang tiada titik-titik kepastian semoga... . akan terus memberi sinar untuk secebis kebahagiaan...
alangkah indahnya suria yang terbenam memancarkan cahaya bintang yang sembunyi datang menerpa pabila... kau hulurkan cintamu
terkelu luahan madah terhenti darah mengalir terlena seketika bagai ayunan mimpi lara pabila .... kau hulurkan cintamu
terasa diri .. bagai terbang di angkasa raya betapa bahagianya setelah... kau hulurkan cintamu
Pernahkah kau bayangkan Rangkaian mimpi yang kupahat di temaram langit Adalah wujud rinduku yang luruh dalam hening Dan tenggelam dalam kerik jengkerik di beranda Pernahkah kau bayangkan Disetiap rentang waktu yang riuh dimana kurekat erat binar matamu Selalu kutitipkan harap disana Dalam desau angin dan desir gerimis senja Pernahkah kau bayangkan Pada kelopak mawar disudut taman Dan jernih embun yang menitik diatasnya Kusimpan gigil gairahku yang membara padamu Disetiap tarikan nafas saat kulukis paras purnamamu di kanvas hatiku
Ada rindu yang mendamaikan, Ada rindu yang menyakitkan, Ada rindu yang menyeksa, Ada rindu yang membibitkan rasa, Rasa sayang, rasa kasih, rasa cinta, .......Cinta pada Penciptanya .......Kasih pada yang melahirkannya .......Sayang pada yang dirinduinya Rindu.... Ungkapan yang ada kalanya mengasyikkan, Ada tikanya memedihkan.... ........dan aku...sang perindu...merinduinya... Seumpama pungguk yang merindukan bulan... Bulan yang dikejauhan.... Lalu... Bagaimana harusku luahkan.... Rindu yang terpendam didasar hati... Rindu yang menggetar jiwa... Rindu yang tak terluah dengan kata-kata... Ku terdengar bisikan bayu malam... ....Lihat saja pada alam, Alam mampu meluahkan... Ya...alam..Indah sungguh ciptaan-Mu tuhan.. Di saat itu, Bila rindu menerjah di hati, Ku tenung bintang... Bintang yang menghiasi malam... Meluahkan kerinduan dengan kerlipan... Umpama diriku..merinduimu dikejauhan... Bulan… Terangilah malamnya.. Agar dapat ku tatapi wajahnya… Laut.... Sampaikan bisikan ku pada ombak... Agar membawa bersama pesanan rinduku... Unggas... Nyanyikanlah lagu rindu ku... Agar dirinya tidak kesunyian... Mentari... Sinarilah harinya.. Agar terukir senyuman dibibirnya... Buat yang dirindui… Hiasilah dirimu dengan rimba kebahagiaanan… Rimba yang akan ditemani bulan tatkala malam, Dihiburkan sang unggas tika kesunyian… Disinari mentari dikala dirimu kegelapan… Agar tiada lagi titis kesedihan yang menghujanimu… dan aku.. hanyalah sang perindumu... berarak bersama awan... memerhatikanmu dari kejauhan... bersama RINDU yang terpahat dihati...
Pada Saatnya, Ketika musim berganti Dan gugusan mendung yang ranum Menitikkan tetes hujan pertama Biduk yang kukayuh akan merapat ke dermagamu Menyibak kabut keraguan Lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu
Pada Saatnya,
Di ujung perjalanan Akan kubingkai binar matamu Bersama gelegak gairah jiwaku Menjadi lukisan indah di lekuk cakrawala Dalam leleh cahaya bulan melumuri langit ditingkah semilir angin laut dan tarian ombak membelai lembut kristal pasir pantai
Pada Saatnya,
Akan kubuatmu terjaga dari lelap tidur lalu bersama merajut impian yang tak segera usai, Dalam genangan cinta dipalung kalbu Dan getar cumbu tak berkesudahan
Ku tahu… mungkin tak mudah tuk lupakan masa yang t'lah lalu Ku tahu… tak mudah tuk sembuhkan luka karena penghianatan Ku juga tahu… tak mudah bagimu tuk membuka pintu hati Tapi ku takkan bosan, ku takkan berhenti tuk mengetuk pintu itu Sampai kau buka, sampai ku masuk ke dalam ruang hatimu Ku tak perduli apakah engkau memberikanku tempat untuk duduk Ku juga tak terduli apakah kau berikanku minum atau tidak Ku hanya ingin kau menerimaku dihatimu Ku kan setia tuk menanti, kapan saatnya kau tersenyum tulus untukku Ku kan setia tuk menunggu, kapan saatnya kau hidangkan CINTA untukku Jika kau ragu dan jika kau bimbang Kan ku tuntun langkahmu tuk arungi bahtera cinta yang membara dihatimu Sampai kau yakin tuk ucapkan… "AKU SANGAT MENCINTAIMU & KUMAU KAU JADI BELAHAN JIWAKU"
Hadiah itu datang juga, Wajahmu yang telah lama aku rindu Kini bukan lagi hologram, Wajahmu sungguh nyata…. Suaramu yang teduh Membuatku luluh, Aku bahkan tak sanggup menata hatiku Aku terkesiap oleh keajaiban waktu Oh, Entah bahagia atau duka Sungguh perih jika rindu meraba Karena meskipun kau ada Kau hanyalah sebuah wajah Yang hanya bisa kurindu…
Kulihat ukir rembulan Cerita kita kekal terkenang Bicara tentang cinta Bagaimana ingin aku lupa Jika dirimu masih disana Disimpang hati yang sama Jiwaku tak henti tuliskan puisi Tentang perasaan hati Seperti indah kala kutatap pelangi Seraut wajah membuai dalam mimpi Meski dirimu tak kan termiliki Kuakhiri puisi dengan lelapku Sertai aku dalam jumpamu Biarkan aku berselimut rindu Walau kadang mimpi tak memberiku Tempat agar sejenak aku merasa bahagia Milikimu sedetik saja Terasa merindumu telah sekian lama
Cinta adalah kesegaran dan keharuman bunga yang dikirim surga untuk membuat dunia tersenyum Parasnya laksana embun menyambut pagi , dan mengilhami bunga untuk menebarkan keharuman dimusim semi, mengilhami kumbang untuk meresapi tentang keindahan sari . Dengan segala kecantikan dan pesona hati yang begitu sempurna, semua orang akan menilai ia adalah gadis paling beruntung, hidupnya dipenuhi oleh kesenangan dan kegembiraan.
kutemui kebahagiaanku kini.. walau hanya dalam sebuah ilusi.. aku rela dihimpit sepi.. tersenyum dengan sebuah memori.. dalam sebuah kamar yang sunyi.. hanya berteman bait-bait puisi.. biarkanlah sahaja aku bersendiri.. kerana memang itu yang kini aku cari.. dalam kehidupanku di sini.. mencari sebuah makna dan erti.. dalam kalimah cinta yang suci.. ku tak ingin engkau datang lagi.. jika hanya untuk menyakiti.. aku rela kau terus pergi.. daripada terus begini.. menderita jiwa dan naluri hati. dalam menghitung perjalanan hari. mengharap pada satu penantian yg tak pasti. jawapan mu yg masih berbelah bagi.. ku pasrah dgn pengakhiran ini.. lelah dengan cinta yg tak pernah menjadi.. yg pasti senyumanku masih disini.. bersama harapan yg tak pernah mati.. habis sudah airmata di pipi.. perpisahan yg tak akan aku sesali.. aku sedia jika kau tak kembali.. asalkan cinta Ilahi mengiringi.. itu sudah lebih dari apa yg kuingini
Lama aku larut dalam renungan memutar pikiran mencari penerang sejenak aku terdiam... ! terasa sulit aku pecahkan semakin lama aku mencoba namun... belum ku temukan Aku terus mencoba mencari jawaban dengan penuh harapan ku mohon petunjuk-NYA Alhamdulillah... semua menjadi mudah Yaa Allah... sesungguhnya Engkau tempat bernaung yang terindah Engkau tempat curahan yang selalu dirindukan pemberi dukungan yang selalu dinantikan karena... hanya Engkau yang kuasa menentukan
Buat Terakhir Kali Buat terakhir kali aku ingin merayu jangan buang rindu itu, kita berdua pernah akrab kerananya. Buat terakhir kali aku ingin merayu jangan benci luka ini, kita berdua jadi dewasa kerananya. Buat terakhir kali aku ingin katakan rindu itu lebih berharga luka ini lebih bermakna dari sebuah cinta lama yang tidak lagi menyala di hati yang sama.
dendang nada cinta yang lama menyepuh langit hati yang merah luka lama kembali menganga kembali berdarah cinta memang tak pernah bisa terganti bibitnya jika telah jatuh meski disengat matahari ia akan tetap tumbuh subur mengukir rindu mengukir sedih mengukir tangis mengukir haru dalam dekap erat dalam tatap tajam dalam cinta dendam melekat siap menikam menghunjam dalam dengan harumnya cinta mewangikan semesta dengan dendamnya cinta mengeringkan samudera cinta memahat dinding hati dengan hiasan sunyi dan sepi akan mengkilap segalanya jika luka cinta dibasuh dengan cinta akan mengalir sejatinya cinta berarak ramai di hamparan semesta
ah harus kecewa aku, punya rindu ternyata masih palsu di cermin selain ada kata bayangan tambah lagi kata semu ah aku harus malu juga, cinta yang dengannya aku bangga punya nyata-nyata hanya sebuah dusta aku masih merayu untuk bisa bercumbu ria hari usia penuh hiasan buah kenyal surga di dada hawa tanpa beha, dan tundun bersemak keriting di balik celana dalam warna ping cuih….jahanam ini diri jahanam diri ini pantas terlempar ke kerak neraka abadi abadi abadi abadi abadi... s'lamanya s'lamanya s'lamanya s'lamanya s'lamanya… huuuuuummm pikiran pikiran pikiran pikiran jangan siksa aku antara hidup dan mati aku tak pernah ajukan permintaan aku tak punya hidup ini hidupmu, aku tak punya mati ini matimu aku tak punya cumbu ini cumbumu, aku tak punya raba ini rabamu aku tak punya gelinjang ini gelinjangmu, aku tak punya apa-apa ini apa-apamu biarkan diri ini dalam malu, biarkan diri ini dalam cumbu biarkan diri ini dalam kecewa, biarkan diri ini dalam dusta
duhai bulan, malam ini aku sendiri lagi. bisa temankan aku? . . . . . . . . . . . bulan, aku sedang berbicara denganmu, bersuara, lah. . . . . . . . . . . . eh awan, ke tepi lah, aku ingin lihat bulan, aku ingin berbicara dengan bulan. . . . . . . . . . . . tidak, aku tak mahu berbicara sama bintang, aku mahu sama bulan. . . . . . . . . . . . apa, bulan tak mahu dengar rintihan aku lagi? benarkah, bulan? . . . . . . . . . . . jadi, benarlah? kalau begitu, tak mengapalah bulan, usahlah dipaksa hatimu lagi. aku mimpikan kau malam ini pun sudah cukup indah
senyumlah semua. biar senyum di dalam hati pun. tak salah untuk senyum. biar hati susah. namun senyuman tetap diberi. biar dikata berlakon pun. senyuman tetap indah. biar senyuman itu menyindir. ia pasti sindiran terindah. kerana senyuman itu indah. jadilah ia tanda bahagia. kerana senyuman itu indah. lahirlah ia dari hati yang indah. kerana senyuman itu indah. senyuman itu anugerah.
antara kita adalah sepi sepi yang menjarakkan kita antara kita adalah rindu rindu yang menghubungkan kita antara kita adalah cinta cinta yang mengikat kita kerna itu…. kita tak bisa berjauhan… kerna kita saling perlu…
kubiarkan kesepian menyelimuti hidupku dalam kehampaan merona dalam jiwaku mewarnai setiap detik nafasku menghantui setipa getar dadaku kucari entah dimana dia berada menghempas semua asa melemah tiada rasa tiada kurasa mengerti akan adanya datanglah wahai bidadari cinta di sela kehampaan kurasakan kesunyian terasa menyakitkan rasa kesepian.. kembalikan jiwaku yang selalu menginginkan dirimu jiwa yang selalu haus dalam pencarianmu dimanakah kau yang kucari lelah kaki melangkah yang tiada terarah merasakan letih.. hingga tak mampu ku merintih ingin ku hapuskan rasa kesepian ini
Kulihat ukir rembulan Cerita kita kekal terkenang Bicara tentang cinta Bagaimana ingin aku lupa Jika dirimu masih disana Disimpang hati yang sama Jiwaku tak henti tuliskan puisi Tentang perasaan hati Seperti indah kala kutatap pelangi Seraut wajah membuai dalam mimpi Meski dirimu tak kan termiliki Kuakhiri puisi dengan lelapku Sertai aku dalam jumpamu Biarkan aku berselimut rindu Walau kadang mimpi tak memberiku Tempat agar sejenak aku merasa bahagia Milikimu sedetik saja Terasa merindumu telah sekian lama
Hadiah itu datang juga, Wajahmu yang telah lama aku rindu Kini bukan lagi hologram, Wajahmu sungguh nyata…. Suaramu yang teduh Membuatku luluh, Aku bahkan tak sanggup menata hatiku Aku terkesiap oleh keajaiban waktu Oh, Entah bahagia atau duka Sungguh perih jika rindu meraba Karena meskipun kau ada Kau hanyalah sebuah wajah Yang hanya bisa kurindu…
Ku tahu… mungkin tak mudah tuk lupakan masa yang t'lah lalu Ku tahu… tak mudah tuk sembuhkan luka karena penghianatan Ku juga tahu… tak mudah bagimu tuk membuka pintu hati Tapi ku takkan bosan, ku takkan berhenti tuk mengetuk pintu itu Sampai kau buka, sampai ku masuk ke dalam ruang hatimu Ku tak perduli apakah engkau memberikanku tempat untuk duduk Ku juga tak terduli apakah kau berikanku minum atau tidak Ku hanya ingin kau menerimaku dihatimu Ku kan setia tuk menanti, kapan saatnya kau tersenyum tulus untukku Ku kan setia tuk menunggu, kapan saatnya kau hidangkan CINTA untukku Jika kau ragu dan jika kau bimbang Kan ku tuntun langkahmu tuk arungi bahtera cinta yang membara dihatimu Sampai kau yakin tuk ucapkan… "AKU SANGAT MENCINTAIMU & KUMAU KAU JADI BELAHAN JIWAKU"
Posted at 11:46 am by dakkapilah
Permalink
Oct 4, 2009
Di sebalik kacamatamu ada sepasang mata yang aku rindu.. di sebalik senyumanmu ada makna pengharapan... aku rindu kamu.. sepi malam mengundang kegelisahan.. diri dirantai kasih.. hati dirantai rindu yang berpanjangan.. aku jadi resah sepi dan hiba.. kamu yang aku sayang entah di mana.. lambaian rindu kian mengoncang semangatku.. sepi malam mengoncang keimananku.. hati kewanitaanku terusik jua.. tapi apalah kudrat.. aku hanya mampu menanggisi nasib.. inilah nasib inilah ketentuan.. kupujuk hati yang lara.. kubelai memori kita.. memori yang indah dan teramat indah.. buat pengubat di kala duka... menanti suatu saat untuk bertemu. melepaskan siksa sebuah rindu...
ketuklah... bukalah pintu ini, telah lama aku menunggu, telah lama aku merindu,
datanglah kekasih, berikan sentuhan mu, warnakan hari ku, limpahan kasih sayang mu, yang sentiasa ku rindu,
walau rindu ini dahulu, pernah berlari lari, kini ku pastikan, ia hanya untuk mu, hanya untuk mu,
mahligai cinta yang terpendam di dalam lubuk hati ini membuat aku teringat akan eloknya raut wajahmu kehangatan ,kenyamana,ketentraman itulah yang kurasa saat engkau bersamaku
namun,betapa pilunya hati saat dirimu menyebutnya di hadapanku seseorang yang engkau impikan,seseorang yang selalu engkau banggakan membuat hatiku menangis bila aku teringat akan hal itu
namun aku masih bisa tersenyum karena aku masih bisa memilikimu sebagai seorang sahabat yang telah mengisi hari2ku menemani aku saat suka maupun duka
Aku lelah berlari,. ntuk dapat kalbu indah atas embun.. Aku lelah mencari,. ntuk memberi keelokan hati.. Aku lelah meraih,. ntuk dapat keindahan dasar hati,. Aku lelah ntuk berdiri,. karena berharap hati Saat semua itu terjadi,, desak hatiku rapuh.. mengambil nafas, yg semakin tak utuh.. Tutur hati……..
Aduhai kerinduan Yang sering datang di kala aku kesepian Menanti kan kebahgiaan...entah bila kan datang
Aduhai kerinduan Tatkala hati merintih sedih Tatkala jiwa menanggung pedih Bilakah kan menjelma pengubat kasih?
Aduhai kerinduan Mampukah ku meneruskan kehidupan Tanpa mu di hadapan Untuk memberi ku semangat dlm perjuangan?
Aduhai kerinduan Sampai bila harus kau bertandang? Adakah sampai terlena terus dari lamunan? Atau mungkin pabila nafas berhenti dari jantungan
Jawaplah wahai kerinduan......
Saat awal kau katakan sayang Telinga ini seakan meledak bergetar Pikir otakku bimbang menjadi tenang Hentak tubuh lemahku menjadi tegang
Waktu demi waktu terus berlalu Kini kata itu makin menyatu Engkau datang dengan sejuta rindu Menghapus perasaan yang bergejolak dihatiku
Dengan kata itu aku mengadu Menyambut dengan cinta pada dirimu Karena kata dan rasa itu hanya untukmu Yang takkan terbagi oleh siapapun yang mengganggu
Hatiku berkata untuk selalu Menyayangimu disetiap waktuku Tuk jadikan hidupku lebih berarti untukmu Saat ini hingga akhir waktuku
Bila ku rindu padamu terasa kuatnya cintaku terbangkit resah terpandang wajahmu walaupun sekelip mata
tapi kini aku sendiri membawa hati yang luka ini ntah ke mana lebuh kaki ku ini tiada tujuan di hati
betapa sepinya hidup seorang perindu dihanyut oleh keresahan rindunya hati ku rindu padamu selagi kau masih ku cinta biar apa pun yang memisahkan namun kau tetap ku rindui.....
Detik waktu yang berlalu Menyisakan tangisan rindu Ingin aku memulai baru Lembaran putih bertulisan merdu
Langit biru tertutup kelabu Sepercik sinar menembus waktu Akankah esok menjadi satu Dua insan yang telah lama membisu Karna jarak,ruang dan waktu
Kuterlentang di keheningan malam Di bawah pancaran milyaran bintang, Jutaan galaksi dan ribuan warna pelangi Ku ingin terbang tinggi Bersemayam bersama mentari Walau panas 12juta oc jutaan meteor menembus hati Semua akan ku lalui demi mendapatkan cinta sejatiku
Sedetik masa berlalu Sejenak ku merenung jauh Fikiran ku melayang terkenangkan mu Di kau wahai kekasih hati ku
Sayangku Kocakkan air kerinduan di hati ini Bergelora kuat menghempaskan diri Ingin saja ku menjerit sekuat hati Agar dapat kiranya kau mendengar Jeritan rindu di penjara hati ini
Sayang…. dengarkanlah rintihan hati Menangis sedih merintih pedih Kerana kau berada jauh dari sisi Yang dapat ku gamit hanya bayangan mimpi Yang kan hilang bila terbit sang mentari
Entahlah sampai bila agaknya Penghujung perjalanan hidup ini Mencari jejak bayangan dirimu Wahai dikau kekasih hatiku
Kau yang ku rindu
Pertama kali ku dengar suara mu, pertama kali ku dengar bisikan hati mu.. suara mu bergema di jiwa ku.. tidak ku kenali siapa diri mu.. tapi mengapa kau jua yang ku rindu..
kau pandai bermadah.. madah mu mencuit hati ku.. kau pandai bergurau.. gurauan mu, menjadi igauan ku.. desiran tawa mu.. menambat hati ku.. oh.. alangkah indahnya rindu pada diri mu.
pertama kali ku bersua dgn mu.. hati ku berdegup bagaikan dipalu.. jantung ku bergoncang bagaikan digempa.. lirik mata mu.. panahan arjuna ku.. manis senyuman mu, bertakhta mahkota. oh..indahnya jika selalu bersama mu..
deruan angin membawa kenangan.. kenangan yg lepas, tak akan berulang.. asam dan garam sudah suratan... bibit-bibit kemanisan bersama mu.. terpaksa ku telan jua.. walaupun ku sedar diri ku siapa
Telah jauh aku dalam kesunyian Sepi sedih aku ratapi dengan perasaan Jauh gelap mata ini memandang Menembus dinding berlapis baja yang hitam kelam
Cinta……
Seuntai kata aku sampaikan sebelumnya Sebagai buah hati perasaan yang terdalam Yang telah kucoba tuk menyimpan dan menahan Tapi tak kuasa lagi aku bersamanya
Cinta……
Satu dua hari kita jalani semua Untuk mencari kata yang haqiqi Namun itu bukanlah suatu tujuan Banyak orang yang tidak menerima kenyataan Semua membuat sakit dan gejolak perasaan
Cinta……
Kalau memang engkau sayang Cobalah engkau menerima kenyataan Bukanlah aku melepaskan Tapi menjaga semua perasaan Berilah sebuah keyakinan Allahlah yang memberikan Tapi bukan sekarang ,Tunggulah hingga Mendapat kesuksesan
Posted at 09:32 pm by dakkapilah
Permalink
Aug 1, 2009
Melantunkan lagu indah demi sebuah pendengaran, Menjejakkan kaki kuat demi sebuah pengakuan, Melintaskan pikiran jauh demi sebuah pendirian, Menyakitkan hati demi mengetahui semunya, Tunas padi melingkarkan kepala saat menua, Memberi pengertian akan kecintaan manusia, Burung berhenti mengelus anyaman sarinya, Menularkan benih demi membebaskan semuanya, "hey, apa yang kamu lakukan dengan pisaumu?", hatiku bicara, "aku kehilangan romantisku...", jawabku, "sembilu tidak selamanya membiru bukan?", tanyamu, "mungkinkah aku berlebihan?", Hari pembebasan mungkin telah melewatiku, agar hari ini aku belajar menengok belakang, Dan aku terlupa kala harus melalui 7 samudera, Disini, disana, dimana-mana, akan ku jaga romantis.
Air mata rindu Sayang,.. Ku meniteskan butiran-butiran air mata untukmu Kukatakan pada jiwaku ini " aku orang lemah" Betapa kulemah tanpamu, seakan-akan engkau adalah tulang-tulangku, dan aku hanya daging yang tak bertulang, lalu kau mengisinya dan melengkapi tubuhku Sehingga dengan kepergianmu, apalah erti hidupku lagi Aku begitu lemah dan tak berdaya Hanya tertinggal perasaan rindu dan cinta untuk menantikanmu Sayang Kutieteskan air mataku untukmu Kukatakan padanya, jangan biarkan kekasihku melihatmu terjatuh Aku takut ia akan mengetahui betapa aku lemah tanpa kekasihku
Kicau burung mengejutkan daku dari mimpi Padamu jua tiba-tiba hatiku menjamah sepi Pilu rasa rintihan sanubari Berkaca di mata membuai mimpi ngeri Kelibatmu ku tampak cuma dari kejauhan Rindunya daku pada sepasang mata yang amat menawan Bibir yang sering ku igau untuk kucupan Masa jua masih cemburu dengan situasi dan keadaan Pepatah bingkisan rindu membuat hati semakin syahdu Mengiringi pilu di sebalik keindahan seri kebaya ungu Longlai langkah seakan menghayati petikan madah Jambangan mawar merah cuma karangan di jiwa gundah Saat tidak pasti Apakah bisa hilang arah Masa tanpa henti Adakah kan tiba waktu merubah langkah Cahaya biar terang Langit biar tanpa mendung hitam Jiwa biar tenang Harapan agar tiada tinggal kusam Kasih biar bercambah Mahupun entah di mana tumbuh melata Airmata biar ku simpan agar jangan melimpah Sehingga tiba perlunya tika yang nyata
Akibat cinta, tidak tahu mengapa Harus hilang ke daratan Duka berderai Murung mula berlegar-legar Menara dendam membuka ceritera Mati pun tidak bernisan Tidak ada kenikmatannya Yang tinggal bayang-bayang bintang Yang telah memahati sejarah Bersama pesanan yang gugup Pilihan tiada keputusan Yang pedihnya bersepung duka Meskipun cinta cukup tua Tanpa cinta, perlahan-lahan bergerak Sepi indahnya Tinggallah himpunan nostalgia Amat meletihkan menjadi pengembara tanpa cinta Dan peritnya ternyata memelihara cinta Berlalu kata-kata duka dan suka yang murung dan sia-sia
Secarik semangat terus ku tarik demi masamu, Secarik nafas terus aku kejar menjagamu, tiada waktu berhenti, tiada pula mati... Kamu sungguh menggairahkan, Kamu sungguh melupakan, Maaf, bila aku sedikit meninggalkanmu, karena itu untuk kembali kepadamu.. Waktu itu kamu berjanji akan menjaga, meniscayakan percaya menghilangkan murka, aku mengerti, meski tidak pasti.. Esok lusa aku akan berjalan menuju fajar elok nun jauh disana, semua hanya untuk kembali kepadamu, tautan kegilaan hati, hanya kepadamu, dan kepadamu.. Akan aku ambil serpihan-serpihan kelopak bunga, ku rangkai dan ku bingkai untuk persembahanmu, Sebelum semua mengetahui, sudah tersemat dilehermu, hingga kecantikanmu tiada pernah terurai.
Kicau burung mengejutkan daku dari mimpi Padamu jua tiba-tiba hatiku menjamah sepi Pilu rasa rintihan sanubari Berkaca di mata membuai mimpi ngeri Kelibatmu ku tampak cuma dari kejauhan Rindunya daku pada sepasang mata yang amat menawan Bibir yang sering ku igau untuk kucupan Masa jua masih cemburu dengan situasi dan keadaan Pepatah bingkisan rindu membuat hati semakin syahdu Mengiringi pilu di sebalik keindahan seri kebaya ungu Longlai langkah seakan menghayati petikan madah Jambangan mawar merah cuma karangan di jiwa gundah Saat tidak pasti Apakah bisa hilang arah Masa tanpa henti Adakah kan tiba waktu merubah langkah Cahaya biar terang Langit biar tanpa mendung hitam Jiwa biar tenang Harapan agar tiada tinggal kusam Kasih biar bercambah Mahupun entah di mana tumbuh melata Airmata biar ku simpan agar jangan melimpah Sehingga tiba perlunya tika yang nyata
Akibat cinta, tidak tahu mengapa Harus hilang ke daratan Duka berderai Murung mula berlegar-legar Menara dendam membuka ceritera Mati pun tidak bernisan Tidak ada kenikmatannya Yang tinggal bayang-bayang bintang Yang telah memahati sejarah Bersama pesanan yang gugup Pilihan tiada keputusan Yang pedihnya bersepung duka Meskipun cinta cukup tua Tanpa cinta, perlahan-lahan bergerak Sepi indahnya Tinggallah himpunan nostalgia Amat meletihkan menjadi pengembara tanpa cinta Dan peritnya ternyata memelihara cinta Berlalu kata-kata duka dan suka yang murung dan sia-sia
kau lihatlah kasih air mata ini mengalir keranamu telah lama aku pendam telah lama aku tahan agar ia tidak nampak ketara rasa kecewa ini hanya ku biar ia bertakung membasahi lurah perasaan yang resah Dirimu... pernah kurantai didalam kalbu Rindumu.. kusangka akan berakhir di penghujung hidupku ku sangka suara kasihmu akan terus meniti rembulan yang indah tetapi rupanya bukan itu yang menjanjikan bahagia untukku kasih.. ketara benar rasa terkilan ini rupanya tak kesampaian tidak terkota daerah janjimu dan ilhamku buntu dan kaku bahagiakah kau kasih membiarkan kesedihan ini mengunjungiku??...
Titian ujung pelangi berwarna merah, menarik perhatian mata, berlatar keemasan matahari, kamu unjuk diri, perlahan pasti kamu tawarkan ujung lidah, tak kuasa bagiku mengecup ujungmu, agar melangkah lebih dalam, teraduk perasaan memasukinya, Mendekati dalam, guncanganmu makin menggairahkan, nafasku tergegas cenderung keras, teriakan dari ujungmu makin memanggil, aku terpanggul mempercepat, terengah menujumu, kamu buka lebar hatimu, gapaian ku pun makin dekat, Ujung warna merahmu berubah warna warni, makin ingin aku sampai ditempatmu, cepat, beritahu aku bila kamu sudah disana, aku menyusulmu untuk bersatu, biarkan aku dengar bisikan, yang selalu aku rindukan, dan kita pun berhenti bersama, merasakan surga dan serpihan-serpihannya, Kini aku berselancar di garisan pelangi, menuruni kembali, beserta cengkeraman mesra tanganmu, tuntunanmu menurunkan aku, kembali sedia kala, berharap pintumu terbuka selalu, 17 syaratmu akan aku penuhi, dimana tangis bahagia adalah janji.
Laksa makna ini berbuih menebar kemesraan bukan takut, namun gemetar debar yang ku rasa ini hari yang biasa, biasa seperti saat aku menerima tamu, biasa seperti saat aku mencari waktu, biasa seperti saat aku menambah saku, menjadi tidak biasa saat kamu menemuiku, luar biasa. Semilir angin membungkus kesenangan, memberi warna biru langit dimana sebelumnya tawar, kamu tidak lagi menertawakanku, kamu mengagumiku, bahkan ingin mencumbuku, aku tidak tersanjung, tapi berasa luar biasa, karena kamu adalah hal yang luar biasa, hari biasa yang luar biasa, Kita sudah berjalan berdua menuju pulang, senggama kitapun menularkan kepuasan, hingga matahari tak kuasa menerimanya, dan memindahkannya ke bulan, kita saling berbisik, saling mengusap dan menyisip, candaan katamu menyemburkan gairah, tiada lain, karena ini hari biasa yang luar
Melantunkan lagu indah demi sebuah pendengaran, Menjejakkan kaki kuat demi sebuah pengakuan, Melintaskan pikiran jauh demi sebuah pendirian, Menyakitkan hati demi mengetahui semunya, Tunas padi melingkarkan kepala saat menua, Memberi pengertian akan kecintaan manusia, Burung berhenti mengelus anyaman sarinya, Menularkan benih demi membebaskan semuanya, "hey, apa yang kamu lakukan dengan pisaumu?", hatiku bicara, "aku kehilangan romantisku...", jawabku, "sembilu tidak selamanya membiru bukan?", tanyamu, "mungkinkah aku berlebihan?", Hari pembebasan mungkin telah melewatiku, agar hari ini aku belajar menengok belakang, Dan aku terlupa kala harus melalui 7 samudera, Disini, disana, dimana-mana, akan ku jaga romantis.
Tiap malam ku sendiri Menanti datangnya hari Yang engkau janjikan Setia ku menunggu Walau pun penuh dengan derita Air mata jadi saksi gelisah Ingat dirimu yang selalu Datang didalam mimpiku Kau peluk aku didalam cinta Bilakah kau pulang kurindu Padamu ingin kupeluk erat Dirimu biar malam ini tiada Air mata yang menghantui Dalam hidupku
kala aku bertanya, kemana cinta... kalian bilang dimanapun ada cinta. kala aku mencari cinta kesana kemari kalian tertawa dan bahkan mengejak ku dengan berkata cinta ada di dekat mu namun kau tak menyadari kini aku menemukan cinta ku kini aku menemukan muara hati ku kini aku menemukan tautan jiwaku yang tak akan meninggakalkan ku dalam perih dan tawa ku yang tak akan mengecewakan ku dalam keadaan apapun aku yang kan menjaga ku dengan segenap cintanya.... dia ada dengan senyum nya dia ada dengan canda halus dan teguran lembutnya dengan semua yang terjadi dan semua kenyataan yang membuka kedua mataku... ku tahu cinta tulus dan benar-benar tak layak ku ragukan duhai cinta, jangan pernah tinggalkan aku... jangan pernah tinggalkan aku... Faidza Azzamta fatawakkal ala ALlah... terimakasih cinta...
kasih,,,,,,, sungguh hati ini ingin merindumu jiwa ini ingin mengingatmu namun tak kuasa aku tuk mengungkapnya cintaku,,,,,,, entah dimana kau kini dan entah siapakah engkau apakah jua kau merinduku gelisahkah kau tuk mengingatku tapi mungkin kau pun malu tuk ungkapkan kepadaku duhai belahan jiwaku,,,,,,, mampukah qta tuk saling menjaga hati yang terkoyak oleh rindu bilakah kau datang tuk menjemputku bertemu dalam satu ikatan cinta nan suci tuk saling ungkapkan rindu yang terpendam
Dari jendela terlihat kau sahabat ku Laju melangkah bagaikan terburu-buru Terasingkah atau mencari sesuatu Keresahan tercerita di wajah mu
Mengapakah terhenti langkah mu di situ Malukah kau mengetuk pintu ku Ingatkah kau akan bergunung-gunung intan Lambang budi yang telah kita taburkan
Kita hanya insan-insan yang lemah Bersama berpaut sebelum rebah Hulurkan tangan ku dan sambutlah tangan ku Kau akan tahu nilai persahabatan
Sengaja tidak kuberitahukan padamu Saat ini sedang kurajut lagi hatiku dengan benang cinta darimu Memang aku tak ingin engkau tahu Kelak ingin kuberikan satu hati ini utuh hanya untukmu Namun jika kini kau putuskan untuk pergi Karna kau telah lelah menanti Sampaikan saja…segenap jiwaku akan mengerti Kuyakin takkan mudah tuk berpaling Sekian lama kuabaikan keberadaanmu Terbenam dalam kubangan kenangan masa lalu Sekian lama kau ada disisiku terdiam, mencoba mengerti Bahkan menunggu ucapan rindu dariku Untuk semua pengorbanan dan kesabaranmu selama ini Kucoba terima jika kini kau berpaling untuk sebuah kisah baru Pergilah…berjalanlah…pelajarilah Lupakan saja aku…bahkan untuk mengenangpun jangan Usah terbenam dalam masa lalu saat bersamaku Berikan untuknya segenap rasa yang tersisa Jangan buat segalanya terlambat Jangan buat cintamu terasa penat Jangan buat ia membenciku karna rasamu Jangan buat aku menyakitinya karnamu Cinta tidak egois…aku baru sadari itu Belajarlah untuk terima apa adanya Perlahan akan berkurang semua artiku Usah kau hiraukan aku lagi Kuyakin kau pasti bisa melewatinya Satu langkah lebih baik daripada terus menyesalinya
<P>Melantunkan lagu indah demi sebuah pendengaran, Menjejakkan kaki kuat demi sebuah pengakuan, Melintaskan pikiran jauh demi sebuah pendirian, Menyakitkan hati demi mengetahui semunya, Tunas padi melingkarkan kepala saat menua, Memberi pengertian akan kecintaan manusia, Burung berhenti mengelus anyaman sarinya, Menularkan benih demi membebaskan semuanya, "hey, apa yang kamu lakukan dengan pisaumu?", hatiku bicara, "aku kehilangan romantisku...", jawabku, "sembilu tidak selamanya membiru bukan?", tanyamu, "mungkinkah aku berlebihan?", Hari pembebasan mungkin telah melewatiku, agar hari ini aku belajar menengok belakang, Dan aku terlupa kala harus melalui 7 samudera, Disini, disana, dimana-mana, akan ku jaga romantis
mata rindu Sayang,.. Ku meniteskan butiran-butiran air mata untukmu Kukatakan pada jiwaku ini " aku orang lemah" Betapa kulemah tanpamu, seakan-akan engkau adalah tulang-tulangku, dan aku hanya daging yang tak bertulang, lalu kau mengisinya dan melengkapi tubuhku Sehingga dengan kepergianmu, apalah erti hidupku lagi Aku begitu lemah dan tak berdaya Hanya tertinggal perasaan rindu dan cinta untuk menantikanmu Sayang Kutieteskan air mataku untukmu Kukatakan padanya, jangan biarkan kekasihku melihatmu terjatuh Aku takut ia akan mengetahui betapa aku lemah tanpa kekasihku</P> <P> </P> <P>Kicau burung mengejutkan daku dari mimpi Padamu jua tiba-tiba hatiku menjamah sepi Pilu rasa rintihan sanubari Berkaca di mata membuai mimpi ngeri Kelibatmu ku tampak cuma dari kejauhan Rindunya daku pada sepasang mata yang amat menawan Bibir yang sering ku igau untuk kucupan Masa jua masih cemburu dengan situasi dan keadaan Pepatah bingkisan rindu membuat hati semakin syahdu Mengiringi pilu di sebalik keindahan seri kebaya ungu Longlai langkah seakan menghayati petikan madah Jambangan mawar merah cuma karangan di jiwa gundah Saat tidak pasti Apakah bisa hilang arah Masa tanpa henti Adakah kan tiba waktu merubah langkah Cahaya biar terang Langit biar tanpa mendung hitam Jiwa biar tenang Harapan agar tiada tinggal kusam Kasih biar bercambah Mahupun entah di mana tumbuh melata Airmata biar ku simpan agar jangan melimpah Sehingga tiba perlunya tika yang nyata</P> <P> </P> <P><SPAN> Akibat cinta, tidak tahu mengapa Harus hilang ke daratan Duka berderai Murung mula berlegar-legar Menara dendam membuka ceritera Mati pun tidak bernisan Tidak ada kenikmatannya Yang tinggal bayang-bayang bintang Yang telah memahati sejarah Bersama pesanan yang gugup Pilihan tiada keputusan Yang pedihnya bersepung duka Meskipun cinta cukup tua Tanpa cinta, perlahan-lahan bergerak Sepi indahnya Tinggallah himpunan nostalgia Amat meletihkan menjadi pengembara tanpa cinta Dan peritnya ternyata memelihara cinta Berlalu kata-kata duka dan suka yang murung dan sia-sia</SPAN></P> <P><SPAN></SPAN> </P> <P><SPAN> Secarik semangat terus ku tarik demi masamu, Secarik nafas terus aku kejar menjagamu, tiada waktu berhenti, tiada pula mati... Kamu sungguh menggairahkan, Kamu sungguh melupakan, Maaf, bila aku sedikit meninggalkanmu, karena itu untuk kembali kepadamu.. Waktu itu kamu berjanji akan menjaga, meniscayakan percaya menghilangkan murka, aku mengerti, meski tidak pasti.. Esok lusa aku akan berjalan menuju fajar elok nun jauh disana, semua hanya untuk kembali kepadamu, tautan kegilaan hati, hanya kepadamu, dan kepadamu.. Akan aku ambil serpihan-serpihan kelopak bunga, ku rangkai dan ku bingkai untuk persembahanmu, Sebelum semua mengetahui, sudah tersemat dilehermu, hingga kecantikanmu tiada pernah terurai.</SPAN></P> <P><SPAN></SPAN> </P> <P><SPAN>Kicau burung mengejutkan daku dari mimpi Padamu jua tiba-tiba hatiku menjamah sepi Pilu rasa rintihan sanubari Berkaca di mata membuai mimpi ngeri Kelibatmu ku tampak cuma dari kejauhan Rindunya daku pada sepasang mata yang amat menawan Bibir yang sering ku igau untuk kucupan Masa jua masih cemburu dengan situasi dan keadaan Pepatah bingkisan rindu membuat hati semakin syahdu Mengiringi pilu di sebalik keindahan seri kebaya ungu Longlai langkah seakan menghayati petikan madah Jambangan mawar merah cuma karangan di jiwa gundah Saat tidak pasti Apakah bisa hilang arah Masa tanpa henti Adakah kan tiba waktu merubah langkah Cahaya biar terang Langit biar tanpa mendung hitam Jiwa biar tenang Harapan agar tiada tinggal kusam Kasih biar bercambah Mahupun entah di mana tumbuh melata Airmata biar ku simpan agar jangan melimpah Sehingga tiba perlunya tika yang nyata</SPAN></P> <P><SPAN></SPAN> </P> <P><SPAN>Akibat cinta, tidak tahu mengapa Harus hilang ke daratan Duka berderai Murung mula berlegar-legar Menara dendam membuka ceritera Mati pun tidak bernisan Tidak ada kenikmatannya Yang tinggal bayang-bayang bintang Yang telah memahati sejarah Bersama pesanan yang gugup Pilihan tiada keputusan Yang pedihnya bersepung duka Meskipun cinta cukup tua Tanpa cinta, perlahan-lahan bergerak Sepi indahnya Tinggallah himpunan nostalgia Amat meletihkan menjadi pengembara tanpa cinta Dan peritnya ternyata memelihara cinta Berlalu kata-kata duka dan suka yang murung dan sia-sia</SPAN></P> <P><SPAN></SPAN> </P> <P><SPAN>kau lihatlah kasih air mata ini mengalir keranamu telah lama aku pendam telah lama aku tahan agar ia tidak nampak ketara rasa kecewa ini hanya ku biar ia bertakung membasahi lurah perasaan yang resah Dirimu... pernah kurantai didalam kalbu Rindumu.. kusangka akan berakhir di penghujung hidupku ku sangka suara kasihmu akan terus meniti rembulan yang indah tetapi rupanya bukan itu yang menjanjikan bahagia untukku kasih.. ketara benar rasa terkilan ini rupanya tak kesampaian tidak terkota daerah janjimu dan ilhamku buntu dan kaku bahagiakah kau kasih membiarkan kesedihan ini mengunjungiku??...</SPAN></P> <P><SPAN>Titian ujung pelangi berwarna merah, menarik perhatian mata, berlatar keemasan matahari, kamu unjuk diri, perlahan pasti kamu tawarkan ujung lidah, tak kuasa bagiku mengecup ujungmu, agar melangkah lebih dalam, teraduk perasaan memasukinya, Mendekati dalam, guncanganmu makin menggairahkan, nafasku tergegas cenderung keras, teriakan dari ujungmu makin memanggil, aku terpanggul mempercepat, terengah menujumu, kamu buka lebar hatimu, gapaian ku pun makin dekat, Ujung warna merahmu berubah warna warni, makin ingin aku sampai ditempatmu, cepat, beritahu aku bila kamu sudah disana, aku menyusulmu untuk bersatu, biarkan aku dengar bisikan, yang selalu aku rindukan, dan kita pun berhenti bersama, merasakan surga dan serpihan-serpihannya, Kini aku berselancar di garisan pelangi, menuruni kembali, beserta cengkeraman mesra tanganmu, tuntunanmu menurunkan aku, kembali sedia kala, berharap pintumu terbuka selalu, 17 syaratmu akan aku penuhi, dimana tangis bahagia adalah janji.</SPAN></P> <P><SPAN>Laksa makna ini berbuih menebar kemesraan bukan takut, namun gemetar debar yang ku rasa ini hari yang biasa, biasa seperti saat aku menerima tamu, biasa seperti saat aku mencari waktu, biasa seperti saat aku menambah saku, menjadi tidak biasa saat kamu menemuiku, luar biasa. Semilir angin membungkus kesenangan, memberi warna biru langit dimana sebelumnya tawar, kamu tidak lagi menertawakanku, kamu mengagumiku, bahkan ingin mencumbuku, aku tidak tersanjung, tapi berasa luar biasa, karena kamu adalah hal yang luar biasa, hari biasa yang luar biasa, Kita sudah berjalan berdua menuju pulang, senggama kitapun menularkan kepuasan, hingga matahari tak kuasa menerimanya, dan memindahkannya ke bulan, kita saling berbisik, saling mengusap dan menyisip, candaan katamu menyemburkan gairah, tiada lain, karena ini hari biasa yang luar</SPAN></P> <P><SPAN>Melantunkan lagu indah demi sebuah pendengaran, Menjejakkan kaki kuat demi sebuah pengakuan, Melintaskan pikiran jauh demi sebuah pendirian, Menyakitkan hati demi mengetahui semunya, Tunas padi melingkarkan kepala saat menua, Memberi pengertian akan kecintaan manusia, Burung berhenti mengelus anyaman sarinya, Menularkan benih demi membebaskan semuanya, "hey, apa yang kamu lakukan dengan pisaumu?", hatiku bicara, "aku kehilangan romantisku...", jawabku, "sembilu tidak selamanya membiru bukan?", tanyamu, "mungkinkah aku berlebihan?", Hari pembebasan mungkin telah melewatiku, agar hari ini aku belajar menengok belakang, Dan aku terlupa kala harus melalui 7 samudera, Disini, disana, dimana-mana, akan ku jaga romantis.</SPAN></P> <P><SPAN>Tiap malam ku sendiri Menanti datangnya hari Yang engkau janjikan Setia ku menunggu Walau pun penuh dengan derita Air mata jadi saksi gelisah Ingat dirimu yang selalu Datang didalam mimpiku Kau peluk aku didalam cinta Bilakah kau pulang kurindu Padamu ingin kupeluk erat Dirimu biar malam ini tiada Air mata yang menghantui Dalam hidupku</SPAN></P> <P><SPAN></SPAN> </P> <P>kala aku bertanya, kemana cinta... kalian bilang dimanapun ada cinta. kala aku mencari cinta kesana kemari kalian tertawa dan bahkan mengejak ku dengan berkata cinta ada di dekat mu namun kau tak menyadari kini aku menemukan cinta ku kini aku menemukan muara hati ku kini aku menemukan tautan jiwaku yang tak akan meninggakalkan ku dalam perih dan tawa ku yang tak akan mengecewakan ku dalam keadaan apapun aku yang kan menjaga ku dengan segenap cintanya.... dia ada dengan senyum nya dia ada dengan canda halus dan teguran lembutnya dengan semua yang terjadi dan semua kenyataan yang membuka kedua mataku... ku tahu cinta tulus dan benar-benar tak layak ku ragukan duhai cinta, jangan pernah tinggalkan aku... jangan pernah tinggalkan aku... Faidza Azzamta fatawakkal ala ALlah... terimakasih cinta... </P> <P>kasih,,,,,,, sungguh hati ini ingin merindumu jiwa ini ingin mengingatmu namun tak kuasa aku tuk mengungkapnya cintaku,,,,,,, entah dimana kau kini dan entah siapakah engkau apakah jua kau merinduku gelisahkah kau tuk mengingatku tapi mungkin kau pun malu tuk ungkapkan kepadaku duhai belahan jiwaku,,,,,,, mampukah qta tuk saling menjaga hati yang terkoyak oleh rindu bilakah kau datang tuk menjemputku bertemu dalam satu ikatan cinta nan suci tuk saling ungkapkan rindu yang terpendam </P> <P><FONT size=2>Dari jendela terlihat kau sahabat ku<BR>Laju melangkah bagaikan terburu-buru<BR>Terasingkah atau mencari sesuatu<BR>Keresahan tercerita di wajah mu<BR><BR>Mengapakah terhenti langkah mu di situ<BR>Malukah kau mengetuk pintu ku<BR>Ingatkah kau akan bergunung-gunung intan<BR>Lambang budi yang telah kita taburkan<BR><BR>Kita hanya insan-insan yang lemah<BR>Bersama berpaut sebelum rebah<BR>Hulurkan tangan ku dan sambutlah tangan ku<BR>Kau akan tahu nilai persahabatan</FONT></P> <P><FONT size=2></FONT> </P> <P><FONT size=2>Sengaja tidak kuberitahukan padamu Saat ini sedang kurajut lagi hatiku dengan benang cinta darimu Memang aku tak ingin engkau tahu Kelak ingin kuberikan satu hati ini utuh hanya untukmu Namun jika kini kau putuskan untuk pergi Karna kau telah lelah menanti Sampaikan saja…segenap jiwaku akan mengerti Kuyakin takkan mudah tuk berpaling Sekian lama kuabaikan keberadaanmu Terbenam dalam kubangan kenangan masa lalu Sekian lama kau ada disisiku terdiam, mencoba mengerti Bahkan menunggu ucapan rindu dariku Untuk semua pengorbanan dan kesabaranmu selama ini Kucoba terima jika kini kau berpaling untuk sebuah kisah baru Pergilah…berjalanlah…pelajarilah Lupakan saja aku…bahkan untuk mengenangpun jangan Usah terbenam dalam masa lalu saat bersamaku Berikan untuknya segenap rasa yang tersisa Jangan buat segalanya terlambat Jangan buat cintamu terasa penat Jangan buat ia membenciku karna rasamu Jangan buat aku menyakitinya karnamu Cinta tidak egois…aku baru sadari itu Belajarlah untuk terima apa adanya Perlahan akan berkurang semua artiku Usah kau hiraukan aku lagi Kuyakin kau pasti bisa melewatinya Satu langkah lebih baik daripada terus menyesalinya
Posted at 12:40 pm by dakkapilah
Permalink
Jun 19, 2009
tak siapa tahu erti rawan bilamana tak pernah dikecewakan tak siapa tahu erti pedih bilamana tak pernah dilukakan sebab ada manusia tiba-tiba melonjak ria tiba-tiba dapat terbang di awan sampai menggapai bintang-bintang bermain dengan rona-rona pelangi sampai lupakan nilai keprihatinan sampai abaikan nilai keintiman mengetepi nilai pertemuan dua hati bagaikan dia kian mengapan janji ke liang lahat perpisahan yang tanpa kata pesan terlalu egonya akumu dengan kegemerlapan yang belum tentu sinarnya menyimbah ke arah akuku aku sekadar bungkam & pasrah dengan gururku :aku terusan menggilap sinar setiaku.
Posted at 12:43 pm by dakkapilah
Permalink
Jika kita lahir dari kebenaran Cinta, kenapa harus mata jiwa dipaksa buta? Jika kita lahir dari keberanian Cinta, kenapa harus degup bathin dibiarkan membatu? Jika kita lahir dari keindahan Cinta, kenapa harus selaksa mata menata leluka? Jika kita lahir dari kemerdekaan Cinta, kenapa harus sabda tak kunjung bersuara? Jika kita lahir dari kesetiaan Cinta, kenapa harus kalah meraba kisah? Jika kita lahir dari keabadian Cinta, kenapa harus nurani dilarang menari? Jika kita lahir dari penempuhan Cinta, kenapa harus usia harapan adalah angan kematian? Jika kita lahir dari kelembutan Cinta, kenapa harus detik bathin demikian dingin? Jika kita lahir dari kejujuran Cinta, kenapa harus makna terpenjara dusta? Kenapa harus jika?
Posted at 11:54 am by dakkapilah
Permalink
May 17, 2009
bila rindu bertandang
menyusuri benak benak sepi
yang terpukat dari bicara
dari alun dan gemersik
mengimbau dalam mimpi
bercantum dalam lagenda
terbiar dan kaku
bila rindu bertandang
mengatur langkah dalam kemelut
memagari warna warna pelangi
yang terbias di angkasa
menyentuh dan menjamah
percik percik rindu yang terbuku
ingin sekali aku selusuri
rindu rindu yang kian hilang
persis puteri tujuh
yang hilang baju nya
sewaktu mandi di pantai itu
ingin sekali aku jejak
dari desir yang berhembus
dari pepasir yang memuteh
sedangkan cahaya kian suram
terlanda ombak jahat ( tsunami )
mampu kah langkah itu di teruskan
bersama intaian rindu
yang tertinggal di jurang dalam
sedangkan ....
ombak masih ganas
gelombang kian menghimpit
dan ribut masih kencang
Posted at 12:26 pm by dakkapilah
Permalink
Dugaan itu pasti datang
Pada setiap insan di dunia
Hanya masa mengulit hadirnya
Tidak mungkin dapat kau tepis
Bagai sungai mengalir tetap
Kehujung muara berhenti tidak
Hanya dengan mahu Dia
Akan ke langit air kembali
Jika ketentuan mendatang
Hari ini duka menerjah hatimu
Pegang tawakal di jalan hidupmu
Pada pasti Dia maha penyayang
Dia lebih mengetahui laramu
Kepada Dia kita berserah
Kerana Dia segala perencana
Hanya Dia datang segala
Biar luka di hatimu itu melapah
Barang tanpa luka berdarah
Tengelam tanpa tahu musibbah
Kau mungkin lupa rahmat melimpah
Posted at 12:01 pm by dakkapilah
Permalink
beban kenangan lama
mengusik mimpi2 bahagia
bertamu tnpa diundg
mengetuk pintu hati
tanpa izin tuannya
beban kenangan lama
xmahu kuhitung lg
untung rugi destinasi yg dulu
mengingati beerti menmpah luka
mengimbaskannya beerti
mengguris hati
mengimbaunya beerti
mencari kusut
yg tlh lama dirungkaikan
beban kenangan lama
hilgkan rasa damai di jiwa
menuntut diri
memahaminya
menerimanya sbg hikmah tak terungkap
dan iktibar kabir
beban kenangan lama
Posted at 11:18 am by dakkapilah
Permalink
sesekali aku menoleh
pada kenangan semalam
ingin sekali
aku kutip semula serpihan-serpihan rindu
yang berserakan di taman malam
ingin sekali
aku khabarkan kepada angin malam
tentang kesakitan dan luka
yang tertoreh pada cinta semalam
sakit yang sukar disembuhkan
mampukan aku menggapai awan
di mana rindu itu bersembunyi
mampukah kupetik dan simpan
bagai indahnya kisah semalam
aku tau
angin tak mungkin lagi menyapa
angin tak mungkin lagi singgah
menyapu airmata di pipiku
aku tau
malam semakin kelam
kerana di situ
tidak lagi kunampak bayangmu
namun sukar sekali
terhapus rasa rindu itu
Posted at 11:17 am by dakkapilah
Permalink
May 16, 2009
Ketika semuanya harus berakhir
Ketika peluhku tak lagi berhenti Kau memilih untuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya Telah kuberikan yang mampu kuberi
Namun tak jua puaskan hatimu Kau memilih untuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski telah kucuba Kau memilih untuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski tlah kucuba
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski elah kucuba
Posted at 07:18 pm by dakkapilah
Permalink
|
|
|